Istri Sholihah

Posted by Nasyit Manaf on Sunday, November 17, 2013 with No comments
Pria baik-baik tentu mendambakan istri yang sholihah. Karena istri sholihah inilah yang mampu menciptakan keluarga sakinah, melahirkan, mengasuh dan mendidik keturunannya menjadi anak baik-baik, yang sholih dan sholihah. Tentang istri sholihah Alloh swt berfirman,

اَلرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعِضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوْا مِنْ أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللهُ وَاللاَّتِي تَخَافُوْنَ نُشُوْزَهُنَّ فَعِظُوْهُنَّ وَاهْجُرُوْهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوْهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلاَ تَبْغُوْا عَلَيْهِنَّ سَبِيْلاً إِنَّ اللهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيْرًا

Arttinya: “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah swt telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah swt lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah swt telah memelihara (mereka).  Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah swt Maha Tinggi lagi Maha Besar.”  (QS. An Nisaa’ : 34)

Ciri-ciri istri Sholihah
Rosululloh saw bersabda,

مَااسْتَفَادَ الْمُؤْمِنُ بَعْدَ تَقْوَى اللهِ خَيْرًا لَهُ مْنِ زَوْجَةٍ صَالِحَةٍ إِنْ أَمَرَهَا أَطَاعَتْهُ وَإِنْ نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهُ وَإِنْ أَقْسَمَ عَلَيْهَا أَبَرَّتْهُ وَإِنْ غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهُ فِى مَالِهِ وَعِرْضِهِ 

Artinya: “Tidaklah seorang mukmin memperoleh sesuatu yang lebih baik sesudah takwa kepada Alloh swt selain dari istri yang sholihah;
1.       jika diperintah ia patuh,   
2.       jika dipandang menyenangkan,   
3.       jika diminta untuk menunaikan sesuatu ditunaikannya dengan baik, dan 
 4.      jika ia (suami) jauh darinya, dijagalah hartanya dan harga dirinya.  (HR. Ibnu Majah)

 إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا دَخَلَتْ الْجَنَّةَ

Artinya: “Apabila seorang istri telah mendirikan sholat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan,  selalu menjaga diri dan mentaati suaminya niscaya  dia masuk surga.  (HR. Al Bazzar)

إِذَا دَعَا اَلرَّجُلُ اِمْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ أَنْ تَجِيءَ , لَعَنَتْهَا اَلْمَلَائِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ 

Artinya: “Apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur, lalu istrinya tidak mau menurutinya, dan suaminya sepanjang malam marah kepadanya, niscaya dia dilaknat oleh malaikat hingga pagi hari.”. (HR. Bukhori Muslim)

أَيـُّمَا امْرَأَةٍ مَاتَتْ وَزَوْجُهَا رَاضٍ عَنْهَا دَخَلَتْ الْـجَنَّةَ

Artinya: “Wanita manapun yang mati sedangkan suaminya rela kepadanya, maka ia masuk sorga.”  (HR. Tirmidzi)

إِسْتَوْصُوْا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا فَإِنَّهُنَّ خُلِقْنَ مِنْ ضِلَعٍ وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِى الضِّلَعِ أَعْلاَهُ فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيْمُهُ كَسَرْتَهُ وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَـمْ يَزَلْ أَعْوَجَ فَاسْتَوْصُوْا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا 

Artinya: “Berilah nasihat pada para wanita itu secara baik, sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, dan sesungguhnya sebengkok-bengkok tulang rusuk adalah bagian atas. Maka jika anda meluruskannya dengan cara kasar maka tulang rusuk itu akan patah. Namun jika dibiarkan, dia akan tetap bengkok. Maka nasihatilah para wanita itu dengan sebaik-baiknya.  (HR. Bukhori Muslim)

لاَتُسَافِرُ إِمْرَأَةٌ مَسِيْرَةَ يَوْمَيْنِ لَيْسَ مَعَهَا زَوْجُهَا أَوْ ذُوْمَحْرَمٍ

Artinya: “Seorang wanita dilarang bepergian jauh sejauh perjalanan dua hari tanpa ditemani suami atau muhrimnya."  (HR. Bukhori)

مَنْ كَانَ لَهُ ثَلاَثُ بَنَاتٍ فَصَبَرَ عَلَى لَأْوَائِهِنَّ وَضَرَّائِهِنَّ وَسَرَّائِهِنَّ أَدْخَلَهُ اللهُ الْـجَنَّةَ بِفَضْلِ رَحْمَتِهِ إِيَّاهُنَّ فَقَالَ رَجُلٌ أَوْ ثِنْتَانِ يَا رَسُوْلَ اللهِ قَالَ أَوْ ثِنْتَانِ فَقَالَ رَجُلٌ أَوْ وَاحِدَةٌ يَا رَسُوْلَ اللهِ قَالَ أَوْ وَاحِدَةٌ

Artinya: “Barangsiapa yang memiliki tiga anak perempuan dan sabar dalam mengasuhnya dalam susah dan dalam senang maka dia akan dimasukkan Alloh swt ke dalam surga karena rahmat Alloh swt terhadap anak-anak perempuan itu.” Lalu bertanya seorang laki-laki, “Bagaimana jika hanya dua orang Ya Rosulalloh?” Rosululloh menjawab, “Dan anak dua pun begitu”. Bertanya pula seorang laki-laki, “Bagaimana kalau hanya seorang wahai Rosulalloh?” Rosul menjawab, “Satu anakpun begitu juga.  (HR. Hakim)

Wasiat Rasululloh saw kepada Aisyah

Siti ‘Aisyah ra meriwayatkan: Rasulullah saw bersabda, “Hai Aisyah, aku berwasiat kepada engkau. Hendaklah engkau senantiasa mengingat wasiatku ini. Sesungguhnya engkau akan senantiasa di dalam kebajikan selama engkau mengingat wasiatku ini”
Intisari wasiat Rasulullah saw tersebut dirumuskan seperti berikut: “Hai, Aisyah, peliharalah diri engkau. Ketahuilah bahwa sebagian besar daripada kaum engkau (kaum wanita) adalah menjadi kayu api di dalam neraka. Diantara sebab-sebabnya ialah mereka itu :
  1. Tidak dapat menahan sabar dalam menghadapi kesakitan (kesusahan).
  2. Tidak sabar apabila ditimpa musibah.
  3. Tidak memuji Allah swt atas kemurahan dan nikmatNya.
  4. Banyak bicara yang sia-sia.
Wahai, Aisyah, ketahuilah bahwa :
  1. Wanita yang mengingkari kebajikan (kebaikan) yang diberikan oleh suaminya maka amalannya akan digugurkan oleh Allah swt;
  2. Wanita yang menyakiti hati suaminya dengan lidahnya, maka pada hari kiamat, Allah swt menjadikan lidahnya tujuh puluh hasta dan dibelitkan di tengkuknya;
  3. Isteri yang memandang jahat (menuduh atau menaruh sangkaan buruk terhadap suaminya), Allah swt akan menghapuskan muka dan tubuhnya pada hari kiamat;
  4. Isteri yang tidak memenuhi kemauan suaminya di tempat tidur atau menyusahkan urusan ini atau mengkhiananti suaminya, akan dibangkitkan Allah swt pada hari kiamat dengan muka yang hitam, matanya kelabu, ubun-ubunnya terikat kepada dua kakinya di dalam neraka;
  5. Wanita yang mengerjakan sembahyang dan berdoa untuk dirinya tetapi tidak untuk suaminya, akan dipukul mukanya dengan sembahyangnya;
  6. Wanita yang dikenakan musibah ke atasnya lalu dia menampar-nampar mukanya atau merobek-robek pakaiannya, dia akan dimasukkan ke dalam neraka bersama dengan isteri nabi Nuh dan isteri nabi Luth dan tiada harapan mendapat kebajikan syafaat dari siapa pun;
  7. Wanita yang berzina akan dicambuk di hadapan semua makhluk di depan neraka pada hari kiamat, tiap-tiap perbuatan zina dengan depalan puluh cambuk dari api;
  8. Isteri yang mengandung, baginya pahala seperti berpuasa pada siang harinya dan mengerjakan qiamul-lail pada malamnya serta pahala berjuang fi sabilillah;
  9. Isteri yang melahirkan, bagi tiap-tiap kesakitan yang dideritainya diberi pahala memerdekakan seorang budak. Demikian juga pahalanya setiap kali menyusukan anaknya;
  10. Wanita apabila bersuami dan bersabar dari menyakiti suaminya, maka diumpamakan dengan titik-titik darah dalam perjuangan fi sabilillah.
File dokumen Fiqh Menjawab
Categories: