Mengangsur Aqiqah

Posted by Nasyit Manaf on Sunday, November 17, 2013 with No comments
Kambing Aqiqah
Perintah aqiqah untuk anak laki-laki adalah dengan 2 ekor kambing, sedangkan anak perempuan cukup seekor kambing, sesuai Hadis Nabi saw:

أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمْرَهُمْ أَنْ يُعَقَّ عَنْ اَلْغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ, وَعَنْ اَلْجَارِيَةِ شَاةٌ

“Rasulullah saw memerintahkan mereka agar beraqiqah dua ekor kambing yang sepadan (umur dan besarnya) untuk bayi laki-laki dan seekor kambing untuk bayi perempuan.” (HR. Tirmidzi)

عَقَّ النَّبِيُّ عَنِ الحَسَنِ وَالحُسَيْنِ عَلَيْهِمَا السَّلاَمِ كَبْشاً كَبْشاً

"Rasulullah saw menyembelihkan untuk Hasan dan Husain masing-masing satu ekor kambing kibas." (HR. Bukhari)

Dua ekor untuk anak laki-laki hukumnya adalah lebih utama. Akan tetapi jika tidak mampu 2 ekor, maka aqiqah seekor kambing untuk anak laki-laki sudah mencukupi dan sah serta sudah mendapat kesunnahan, seperti yang dilakukan Rosululloh saw.

( و ) لكن ( الأكمل شاتان ) متساويتان ( للذكر ) ويحصل بالواحدة فيه أصل السنة

"Yang lebih sempurna adalah aqiqah dengan dua ekor kambing untuk anak laki-laki, namun bila ia menyembelih seekor kambing maka ia juga telah mendapatkan kesunahan beraqiqah." (Kitab Minhaj al-Qawiim juz I hal 634)

ويتأدى أصل السنة عن الغلام بشاة لأنه صلى الله عليه وسلم عق عن الحسن والحسين كبشا

"Dan telah memperoleh kesunahan aqiqah saat menyembelih seekor kambing untuk anak laki-laki, hal ini karena Baginda Nabi saw mengaqiqahi Hasan dan Husen dengan menggunakan seekor domba." (Kitab Iqnaa Li as-syarbiny juz 2 hal 549)

Bila sudah aqiqah seekor kambing maka tidak disyariatkan baginya mengulangi atau menyempurnakan aqiqahnya yang menurut syara' telah terhasilkan kesunahan beraqiqah. Bila ia menyembelih kambing lagi di tahun berikutnya namanya bukan lagi aqiqah tapi sedekah atau hadiah biasa.

Menurut fatwa Imam Suyuthi, aqiqah tidak diulang kedua kalinya.

قلت : وقد ظهر لي تخريجه على أصل آخر وهو ما أخرجه البيهقي عن أنس أن النبي صلى الله عليه وسلّم عق عن نفسه بعد النبوة مع أنه قد ورد أن جده عبد المطلب عق عنه في سابع ولادته والعقيقة لا تعاد مرة ثانية ، فيجعل ذلك على أن الذي فعله النبي صلى الله عليه وسلّم إظهار للشكر على إيجاد الله إياه رحمة للعالمين وتشريع لأمته كما كان يصلي على نفسه لذلك فيستحب لنا أيضاً إظهار الشكر بمولده بالاجتماع وإطعام الطعام ونحو ذلك من وجوه القربات وإظهار المسرات:)

"Menururt hematku, sesungguhnya telah nampak padaku untuk mengeluarkan dalil lain bagi Maulid, yaitu hadits yang dikeluarkan oleh Baihaqy dari Anas, bahwa Nabi saw menyembelih ‘aqiqah buat dirinya setelah kenabian, padahal ada hadits yang mengatakan kakek beliau, Abdul Mutthalib, telah meng’aqiqah pada hari ketujuh kelahirannya. ‘Aqiqah tidak diulang kedua kali. Berarti perbuatan beliau menyembelih yang kedua merupakan menampakkan rasa syukur atas diciptakannya beliau sebagai rahmat bagi seluruh alam sekaligus menjelaskan syari’at (Maulid) bagi umatnya, sama alasannya mengapa beliau berselawat atas dirinya sendiri. Karena itulah, sunat bagi kita pula menampakkan syukur atas kelahirannya dengan berkumpul, menyedekahkan makanan dan lain-lain yang termasuk dalam Qurbah dan mewujudkan kegembiraan." (Kitab Al-Hawy lil Fatawa hal 181)

Menggabungkan Qurban dan Aqiqah

Menurut Imam Romli satu kambing boleh dan cukup bila di niati untuk aqiqah sekaligus qurban meskipun menurut Imam Ibnu Hajar tidak menganggapnya cukup.

مسئلة) لو نوي العقيقة والضحية لم تحصل غير واحد عند حج ويحصل الكل عند مر اهـ

"Apabila seseorang meniati aqiqah dan qurban, maka tidak hasil kecuali satu (niat) menurut Imam Ibnu Hajar dan bisa hasil keseluruhannya menurut Imam Muhammad Ramli."

Referensi :
Kitab Itsmid al-‘Ain Hal 77
Kitab Bughyatul Mustarsyidin hal 154
Kitab al-Baajuri juz 2 hal 304 Kitab al-Qalyubi juz 4 hal 255

Aqiqah dengan Selain Kambing

Jenis hewan yang mencukupi untuk aqiqah sama persis dengan qurban, dan boleh aqiqah dengan menggunakan sapi untuk 7 orang.

قوله:، وحصول السنة بشاة) أي: فلا تحصل بغير ذلك من غير النعم والظاهر أنه يجزئ كل من البقرة، والناقة عن سبعة كما في الأضحية شرح م ر

"(Dan bisa memperoleh kesunnahan aqiqah dengan kambing), maka tidak hasil (tidak memperoleh pahala kesunnahan) dengan selain yang demikian seperti selain binatang ternak, sedangkan menurut hukum yang dzohir sesungguhnya dapat di terima (mencukupi) aqiqah dengan berupa sapi dan onta untuk 7 (orang) sebagaimana pernjelasan Imam Ramli tentang korban." (Al Bujairomi 'alal Manhaj juz 4 hal 302)

"Diperbolehkan gabungan 7 orang dengan menggunakan sapi atau unta baik semuanya untuk aqiqoh, atau sebagian untuk aqiqoh dan sebagian untuk qurban." (Kitab Hasyiah al-Qulyubi wa ‘Umairah syarh Al Mahally juz 4 hal 256)

File Dokumen Fiqh Menjawab
Categories: