Curug Nangga, Air Terjun 7 Tingkat di Desa Petahunan, Banyumas

Posted by Nasyit Manaf on Saturday, March 14, 2015 with 1 comment
Curug Nangga tampak jauh
Semenjak mulai terekspose di sosial media, Curug Nangga yang terletak di desa Petahunan, kecamatan Pekuncen (Ajibarang), kabupaten Banyumas semakin hari semakin banyak pula pengunjungnya, tak terkecualikan saya dan teman-teman kuliah yang begitu penasaran ingin secara langsung melihat dengan nyata keindahannya meskipun kami sendiri juga berasal dari daerah yang sama yaitu Banyumas, tapi belum pernah mengunjungi sebelumnya. Setelah planning beberapa hari sebelumnya, akhirnya saya dan 14 teman kampus berangkat pagi tadi hari Sabtu menuju Pekuncen dengan mengendarai sepeda motor.  


Bermodalkan nekad dan rasa penasaran, meskipun belum tahu letak persisnya, akhirnya kami sampai juga di pangkalan ojek Cikawung. Pangkalan ojek ini jika dari arah Purwokerto itu terletak di sebelah kiri jalan atau kurang lebih 100 meter dari RM Sumber Alam di daerah Pekuncen yang sebelumnya tidak jauh dari itu ada jembatan timbang sebagai patokan bagi kami buat mencari lokasi curug tersebut. 
Curug Nangga dari kejauhan
Tak terbayang sebelumnya, perjalanan mulai dari pangkalan ojek menuju desa Petahunan boleh dibilang amazing dengan jarak kurang lebih satu kilo plus tanjakan yang tinggi sekali menurut ukuran kami sekaligus jalan yang berlika-liku. Saking tingginya, salah satu sepeda motor teman kami gak bisa naik dengan sempurna sehingga harus turun dan mendorongnya. Tapi, akhirnya kami sampai pada lokasi dan disambut oleh banyak tukang parkir yang memang sudah mulai stand by di lokasi disebabkan banyaknya pengunjung yang berdatangan.
Setelah memarkir motor dengan biaya dua ribu per motornya, kami bareng-bareng memasuki area curug dengan disambut pula oleh ibu-ibu dan gadis yang menawarkan karcis masuk. Sebelumnya yang kami tahu memang tidak ada biaya masuk alias gratis karena curug tersebut memang masih boleh dikatakan baru (terkenal), tapi karena saking banyaknya pengunjung yang berdatangan akhirnya pihak warga setempat mulai menarik uang retribusi yang kayaknya digunakan untuk pembenahan dan pembangunan sarana wisata seperti perbaikan jalan menuju curug.

Curug Nangga yang masih alami
Setelah melihat medan menuju lokasi curug, kami baru menyadari begitu pentingnya ditarik uang retribusi meskipun hanya tiga ribu rupiah per pengunjung karena memang boleh dikatakan masih memprihatinkan sekali rute perjalanan yang harus dilewati padahal jarak kurang lebih satu kilo dengan berjalan kaki, sehingga di sepanjang jalan terlihat warga setempat sedang bergotong royong memperbaiki dan membenahi medan tersebut. Meski berupa jalan-jalan yang sangat sempit dan cukup becek, kami menjumpai di sepanjang jalan tersebut mulai banyak dibangun warung-warung sederhana penjaja makanan dan minuman dari warga sekitar dengan hanya menggunakan tenda dan bambu secukupnya asal bisa berdiri dan berteduh dengan layak bagi mereka.

Curug Nangga yang masih alami
Yah, saat kami ke lokasi menurut warga sekitar yang sempat kami tanyai langsung katanya lokasi curug mulai rame kurang lebih baru sebulan yang lalu, sehingga masih sangat jauh dikatakan layak jika dibandingkan dengan obyek wisata lainnya yang sudah tertata rapi. Menurut yang kami tanyai juga, pihak Pemda setempat sudah survey lokasi yang kemungkinan besar nantinya Curug Nangga masuk sebagai salah satu obyek wisata di Banyumas. Kita hanya bisa berdoa semoga bisa terrealisasi dengan baik.

Ketika sampai di depan lokasi curug, kami disuguhi pemandangan yang sangat indah, dan seolah-olah mengajak bagi setiap pengunjung harus turun menyaksikan langsung air terjun alami 7 tingkat yang terpampang jelas dihadapannya. Dengan begitu antusias, kami menuruni jalan terakhir agar sampai di lokasi curug dengan tanpa lupa medokumentasikan pemandangan yang tersaji dengan kamera-kamera yang kami bawa.

Berikut ini beberapa hasil gambar yang berhasil kami jepret

Menyempatkan narsis
Salah satu tingak dari ketujuh tingkat

Jalan masih pembenahan
 
Kondisi jalan yang masih memprihatinkan
 
Terlihat masih pembenahan oleh warga
 
Salah satu warung mendadak yang menjaja makanan
Categories: