Janji Seorang Suami

Posted by Nasyit Manaf on Monday, November 30, 2015 with No comments


Istriku...
Ketika pertama kali kuikatkan niat hatiku dengan keberanian untuk meminangmu, menjadikan dirimu bagian dari diriku,
Maka ketika itu pula telah kumantapkan dalam hatiku bahwa kaulah yang kupilih untuk mendampingiku menjalani hidupku.

Istriku...
Ketika hari itu aku mengucapkan ikrar pernikahan, menyebutkan jumlah aku menebusmu,
Aku tahu sejak itulah aku harus mampu menjadi seorang yang bertanggung jawab penuh kepadamu,
Bahwa aku sekarang yang mengambil posisi ayahmu sebagai pelindungmu, posisi ibumu sebagai curahan hatimu.

Istriku...
Sungguh aku ingin menjadikanmu bagai Khadijah,
Yang mendapat curahan hati dari Sang Tauladan.
Sungguh aku ingin menjadikanmu seperti Khadijah,
Yang tak ada dua sampai akhirnya engkau harus tiada.
Percayalah istriku, kau wanita dari ketika aku meminang, mengikatkan niat dan keberanianku.

Istriku...
Terima dan pahamilah segala kekurangan dan kelebihanku, dan akupun akan menerima segala kekurangan dan kelebihan yang ada pada dirimu.
Karena hakikat pernikahan itu saling melengkapi kekurangan dan kelebihan dua insan ketika bersatu.

Istriku...
Bismillahi tawakaltu 'alallah, kita mulai lembaran hidup baru.
Menanti calon mujahid dan mujahidah yang akan Allah titipkan di rahimmu.

Bersabarlah wahai istriku...
Ketika keadaan mendadak berubah tak seperti biasa.
Engkau tahu jalan hidup tak selamanya sesuai dengan harapan.
Tak selamanya kebahagiaan akan kita rasa. 
Kadang kesedihan dan putus asa pasti menghampiri.
Karena Allah telah menuliskan semuanya.

Bukankah Allah Ta’ala telah berfirman:
"Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu." (QS. Al-Hadiid : 22-23)

Ketika engkau mulai merasa lelah dan bimbang, datang dan bersandarlah di pundakku.
Agar dapat kukisahkan lagi sirah Nabi dan Khadijah yang dapat menyemangatimu.
Dan bisa kulihat lagi senyum manis di wajahmu. 
Karena senyuman adalah lengkungan yang dapat meluruskan segalanya.

Semoga rumah tangga kita Sakinah Mawaddah Wa Rahmah.

Aamiin Yaa Rabbal'aalamiin
Categories: