Gus Mus; Dari Membatas-batasi Hingga Guru

Posted by Nasyit Manaf on Wednesday, November 25, 2015 with No comments
Gus Mus
Orang yang suka membatas-batasi umumnya pengetahuannya memang terbatas. Maksudku, orang yang membatasi santri hanya sebatas yang mondok di pesantren; misalnya, atau membatasi Islam hanya sebatas urusan fiqh; membatasi ibadah hanya sebatas salat, puasa, zakat, dan haji; membatasi rahmat Allah hanya sebatas untuk dirinya dan kelompoknya; membatasi jihad sebatas perang bersenjata; atau ... Kalian bisa memperpanjang dengan misal dan contoh yang lain.
Mengenai GURU, juga banyak yang membatasi hanya sebatas mereka yang mengajar di sekolahan dan madrasah. Bahkan ada yang membatasi hanya sebatas mereka yang termasuk anggota PGRI.
Bagiku, guru bisa siapa saja. Minimal untuk diriku sendiri, siapa saja bisa menjadi guruku; asal ada sesuatu darinya yang bisa aku GUgu (percaya dan ikuti ucapan-ucapannya) dan aku tiRU (contoh). Boleh jadi kalian, atau di antara kalian, diam-diam adalah guru-guruku dalam berbagai hal dan bidang.
Nyatanya di Facebook ini saja, berapa banyak aku mendapat pelajaran. Baik dari status maupun komentar-komentar atas status. Mulai pelajaran tentang resep masakan, tentang akik, tentang kesehatan, tentang obat-obatan tradisional, tentang adat-istiadat, hingga tentang kearifan dan pelajaran hidup.
Maka apabila hari ini aku mengucapkan selamat Hari Guru dan berterimakasih serta mendoakan kepada guru-guruku, itu artinya: termasuk untuk dan kepada kalian juga.
Selamat Hari Guru. Semoga semua guru senantiasa diberi rahmat dan berkah Allah. Dimudahkan hidupnya di dunia mau pun di akhirat kelak. Amin.
Categories: