[Kisah] Keutamaan Berbakti Terhadap Orang Tua

Posted by Nasyit Manaf on Thursday, November 26, 2015 with No comments

Suatu hari Nabi Sulaiman terbang bersama angin diatas samudra, kemudian melihat ombak besar yang mengerikan, lalu Nabi menyuruh angin untuk berhenti sejenak. Sang Nabi memberi tugas para syetan untuk menyelam dan melihat apa yg terjadi di dalam laut tersebut. Satu-persatu para syetan/jin menyelam dan menemukan sebuah kubah tak berpintu yang terbuat dari batu zamrud putih. Setelah mengetahui hal itu, para syetan naik ke daratan dan melaporkan pada sang Nabi Sulaiman tentang apa yang mereka temui di bawah laut. Kemudian Nabi memberi perintah agar kubah tersebut diangkat keatas. Sang Nabi heran setelah melihat kubah itu, kemudian Dia berdoa kepada Allah agar kubah tersebut bisa terbuka. Setelah beberapa saat akhirnya kubah tersebut retak dan bisa terbuka. Yang lebih mengherankan lagi ternyata di dalam kubah ada seorang pemuda yang dalam posisi bersujud. Setelah pemuda itu dibangunkan, Nabi Sulaiman bertanya, "kamu ini malaikat atau jin?" Pemuda menjawab, "aku bukan malaikat atau jin tapi aku adalah manusia." "Dengan sebab apa kau mendapatkan keadaan dan kemulyaan sebesar ini?" "Ini semua sebab berbakti pada orang tua. Saya mempunyai seorang ibu yang sudah tua renta dan tak berdaya. Saya menggendongnya kemana pun saya pergi. Karena sebab doa ibuku yaitu: 'Ya Allah anugrahkanlah ia keberuntungan dan setelah aku mati nanti tempatkanlah ia tidak di langit maupun di bumi.' Setelah ibu meninggal, aku berjalan di pantai dan melihat sebuah kubah dari batu zamrud putih, ketika aku menghampiri maka pintunya membuka sendiri lalu aku masuk ke dalamnya lantas pintu menutup sendiri dengan kekuasaan Allah, setelah itu aku tidak tahu berada dimana. Apakah berada ada di bumi, di udara atau di langit? Allah selalu memberiku rizki di dalam kubah itu. Sang Nabi bertanya, "bagaimana Allah mendatangkan rizki untukmu?" "Jika aku lapar maka tumbuhlah pohon di atas batu lalu berbuah dan mengeluarkan air lebih putih daripada air susu serta rasanya lebih manis daripada madu bahkan lebih sejuk daripada salju, dari itulah aku makan dan minum dan ketika aku sudah kenyang dan tak haus lagi maka tumbuhan tersebut hilang dengan sendirinya. "Bagaimana kamu membedakan antara siang dan malam?" "Jika fajar tiba maka kubah memutih serta mengeluarkan cahaya dan ketika matahari terbenam maka kubah jadi redup dari itulah aku mengerti waktu siang dan malam." Kemudian Nabi Sulaiman berdoa, lalu kubah tersebut berputar-putar sehingga mirip seperti telur burung onta dan kembali ke asal semula yaitu ditengah-tengah samudera. Dan Allah Maha Berkuasa atas setiap sesuatu. Sumber: An-Nawadir hal 36-37, Hikayat ke-31 tentang birrul walidain
Categories: