Shalat Tasbih

Posted by Nasyit Manaf on Friday, December 13, 2013 with No comments
Shalat Tasbih ini sangat dianjurkan untuk diamalkan setiap hari sekali atau seminggu sekali atau sebulan sekali atau setahun sekali atau setidak-tidaknya seumur hidup sekali. Shalat tasbih dikerjakan 4 roka’at dengan satu salaman jika dikerjakan pada malam hari dan dengan dua salaman jika pada siang hari. Shalat ini dinamakan salat tasbih karena didalamnya dibacakan tasbih sebanyak 300 kali.

1. Dalil Sholat Tasbih

Mengenai sholat tasbih sebuah hadits menerangkan, bahwasanya Rosululloh saw bersabda kepada Abbas (paman beliau), “Hai paman, bukankah aku telah mendo’akanmu, mencintaimu, dan memberi manfaat kepadamu?” Abbaspun menjawab, “Betul Rosululloh”. Nabi bersabda, “Wahai pamanku, lakukanlah sholat empat raka’at. Tiap raka’at engkau baca al-Fatihah dan surat. Jika sudah selesai maka bacalah kalimat Subhanalloh, Alhamdulillah, La ilaha illallah dan Allahu Akbar, masing-masing 15 kali sebelum rukuk. Lalu bacalah lagi kalimat tadi masing-masing 10 kali ketika rukuk, i’tidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, sujud kedua dan duduk setelah sujud kedua. Kemudian lakukanlah seperti itu setiap raka’at sehingga jumlah bacaannya menjadi 300 kali. Andaikan dosa-dosamu bagaikan pasir berserakan, niscaya Allah akan mengampuni kamu”.
Lalu Abbas bertanya, “Wahai Rosululloh, siapa yang mampu melakukannya setiap hari?” Rosululloh saw menjawab, “Jika kamu tidak mampu melakukannya setiap hari maka lakukanlah setiap Jum’at. Jika tidak mampu setiap Jum’at, kerjakanlah setiap bulan. Jika tidak mampu setiap bulan, lakukanlah setiap tahun. Jika tidak mampu juga, kerjakanlah seumur hidup sekali, jangan sampai tidak sama sekali.” (HR. Hakim)

عَنْ أَبِي الْجَوْزَاءِ قَالَ حَدَّثَنِي رَجُل كَانَتْ لَهُ صُحْبَةٌ يَرَوْنَ أَنَّهُ عَنَّهُ عَبْدُ اللهِ بْنُ عَمْرٍو قَالَ قَالَ لِي النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ائْتِنِي غَدًا اَحءبُوكَ وَأُثِـيْبُكَ وَأَعْطِيْكَ حَتَّى ظَنَنءتُ أَنَّهُ يُعْطِينِي عَطِيَّة قَالَ إِذَا زَالَ النَّهَارُ فَقثمْ فَصَلّ أَرْبَـعَ رَكَعَاتٍ فَذَكَرَ نَحَوَهُ قَالَ ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَـكَ يَعْنِي مِنْ السَّجْدَةِ الثَّالِيَةِ فَاسْتَوِ جَالِسًا وَلاَ تَقثمْ حَتَّى تُسَبِّحَ عَشْرًا وَتَحْمَدَ عَشْرًا وَتُكَبِّرَ عَشْرًا وَتُهَلِّلَ عَشْرًا ثُمَّ تَصْنَعَ ذَلِكَ فِي الأَرْبَعِ الرَّكَعَاتِ قَالَ فَإِنَّكَ لَوْكُنْتَ أَعُظَمُ أَهْلِ الْـأَرْضِ ذَنْبًا غُفِرَ لَكَ بِذَلِكَ قُلْتُ فَإِنْ لَمْ أَسْتَطِعْ أَنْ أُصَلِّيَهَا تِلْكَ الـسَّـاعَةَ قَالَ صَلِّهَا مِنْ اللَّيْـلِ وَالنَّهَار

“Dari Abul Jauza’, dia berkata, ‘Telah bercerita kepadaku seorang laki-laki yang termasuk sahabat Nabi. Orang-orang berpendapat, dia adalah Abdullah bin Amr, dia berkata, ‘Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadaku, ‘Datanglah kepadaku besok pagi. Aku akan memberimu hadiah, aku akan memberimu kebaikan, aku akan memberimu.’ Sehingga aku menyangka, bahwa beliau akan memberiku suatu pemberian. Beliau bersabda, ‘Jika siang telah hilang, berdirilah, kemudian shalatlah empat rakaat’ (Kemudian dia menyebutkan seperti hadits di atas) Beliau bersabda, ‘Kemudian engkau angkat kepalamu –yaitu dari sujud kedua-, lalu duduklah dengan sempurna, dan janganlah kamu berdiri sampai engkau bertasbih sepuluh kali, bertahmid sepuluh kali, bertakbir sepuluh kali, dan bertahlil sepuluh kali. Kemudian engkau lakukan itu dalam empat rakaat. Sesungguhnya, jika engkau adalah penduduk bumi yang paling besar dosanya, engkau diampuni dengan sabab itu.’ Aku (sahabat itu) berkata, ‘Jika aku tidak mampu melakukannya pada saat itu?’ Beliau menjawab, ‘Shalatlah di waktu malam dan siang." (HR. Abu Dawud, no. 1298).

2. Niat Shalat Tasbih

أُصَلِّى سُنَّةً التَّسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunatat tasbihi rok'ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta'ala

Artinya, "Saya niat sholat sunnah tasbih dua rakaat dengan menghadap qiblat karena Allah."

3. Tata Cara Shalat Tasbih

Tata cara shalat tasbih sama seperti shalat biasa, akan tetapi didalamnya ditambah bacaan tasbih yang tempatnya sebagai berikut:
  1. Setelah membaca surat (sebelum ruku’)                                  = 15 X
  2. Ketika ruku’ setelah membaca do’a ruku’                               = 10 X
  3. Ketika i’tidal setelah membaca do’a i’tidal                              = 10 X
  4. Ketika sujud setelah membaca do’a sujud                              = 10 X
  5. Ketika  duduk diantara dua sujud setelah membaca do’a        = 10 X
  6. Ketika sujud ke dua setelah membaca do’a sujud                   = 10 X
  7. Ketika duduk setelah sujud kedua sebelum berdiri                  = 10 X

Jumlah Keseluruhan Tashbih = 75 X 4 roka’at : 300

Apabila kita lupa membaca tahbih disalah satu tempat, maka boleh digantikan di tempat berikutnya, agar tashbihnya tetap berjumlah 300.

4. Bacaan Tasbih

سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم

“Subhaanallah wal hamdulillah wa laailaaha illaalloohu wallaahu akbar wa laa haula wa laa quwwata illa billaahil 'aliyyil ‘azhiimi."

Artinya : "Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, tiada kekuatan menjauhi maksiat dan kekuatan melaksanakan ibadah kecuali karena pertolongan Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung."

File Dokumen Fiqh Menjawab
Categories: