Shalat Jum'at Bagi Wanita

Posted by Nasyit Manaf on Wednesday, January 29, 2014 with 2 comments
Hukum asal wanita tidak diwajibkan shalat jum'at, berdasar hadis Nabis saw

الجمعة حق واجب على كل مسلم في جماعة إلا أربعة عبد مملوك أو امرأة أو صبي أو مريض

"Shalat Jumat kewajiban bagi setiap orang muslim secara berjamaah kecuali bagi hamba sahaya, wanita, anak kecil dan orang sakit.” (HR. An-Nasaa)

من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فعليه الجمعة الا على امرأة أو مسافر أو عبد أو مريض

"Barang siapa iman kepada Allah dan hari akhir maka wajib baginya shalat jumat kecuali bagi wanita, orang bepergian, hamba dan orang sakit” (HR. Abu Daud dan Baihaqi)

Akan tetapi jika wanita melakukan shalat jum'at, maka baginya sudah mencukupi dari shalat dzuhur.

ومن صح ظهره ممن لا تلزمه جمعة صحت) جمعته لانها إذا صحت ممن تلزمه أولى وتغني عن ظهره

"Orang yang shalat dzuhurnya sah dan tidak wajib baginya shalat jum'at, maka ketika melakukan shalat jum'at hukum shalatnya sah dan sudah bisa mencukupi atas shalat dzuhur yang tidak dikerjakannya." (Fathul Wahhab juz 1 hlm 119)


يَجُوْزُ لِمَنْ لاَ تَلْزَمُهُ الْجُمْعَةُ كَعَبْدٍ وَمُسَافِرٍ اَوْ اِمْرَاَةٍ يُصَلِّى الْجُمْعَةَ بَدَلاً عَنِ الظُّهْرِ وَيُجْزِئُهُ بَلْ هِيَ اَفْضَلٌ ِلاَنَّهَا فَرْضٌ ِلاَهْلِ الْكَمَالِ وَلاَ تَجُوْزُ اِعَادَتُهَا بَعْدُ حَيْثُ كَمُلَتْ شُرُوْطُهَا (بغية المسترشدين فى باب الصلاة الجمعة, ص 78-79 . و فى المهذب وموهبة ذى الفضل)

"Di perkenankan bagi wanita yang tidak berkewajiban jum’at seperti budak, musafir, dan wanita untuk melaksanakan shalat jum’at sebagai pengganti Dzuhur, bahkan shalat jum’at lebih baik, karena merupakan kewajiban bagi mereka yang sudah sempurna memenuhi syarat dan tidak boleh diulangi dengan shalat Dzuhur sesudahnya, sebab semua syarat-syaratnya sudah terpenuhi secara sempurna." (Bughyah al-Mustarsyidin hlm 78-79)

File Dokumen Fiqh Menjawab
Categories: