Setiap Hubungan Itu Berbeda

Posted by Nasyit Manaf on Wednesday, January 14, 2015 with No comments
Jika kita dikecewakan oleh suatu hubungan dengan teman atau orang yang sangat kita sayangi, kita harus menyadari bahwa setiap hubungan itu unik.
Jangan pernah biarkan ketegangan dari hubungan kita dengan seseorang, membuat kita melakukan generalisasi bahwa setiap hubungan sosial itu menyesakkan dada. Jangan juga melakukan generalisasi bahwa seolah-olah kita tidak diperuntukkan untuk hubungan sosial yang hangat.

Hubungan antar sesama akan selalu terasa baik oleh kedua pihak atau bahkan banyak pihak jika diantara sesama mereka tidak ada perasangka jelek (su'udzan) terhadap lainnya. Memang, hampir semua manusia akan timbul padanya suatu pemikiran akal sebagai respon terhadap apa saja yang dijumpainya atau dialaminya.

Ketika berprasangka terhadap dua kemungkinan, maka prosentase prasangka yang lebih besar itulah dinamakan dzhan, dan prosentase yang lebih kecil dinamakan wahm (angan-angan). 

Mengenai prasangka, Allah telah mengingatkan dalam firmanNya, "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain." [QS. Hujurat : 12]

Dalam ayat di atas, Allah Swt. memerintahkan untuk menjauhi kebanyakan dari prasangka dan tidak mengatakan agar kita menjauhi semua prasangka. Karena memang prasangka yang dibangun di atas suatu pertanda atau petunjuk (qarinah) yang menunjukkan ke arah tersebut tidaklah terlarang.

Merupakan tabiat manusia bila ia mendapatkan pertanda yang kuat maka timbulah prasngka dalam dirinya, baik itu prasangka yang baik (husnudzan) ataupun yang tidak baik (su'udzan). Manusia memang mau tidak mau akan tunduk menuruti prasangka yang ada. Yang seperti ini tidaklah apa, adapun yang terlarang adalah berprasangka semata-mata tanpa adanya petunjuk. Inilah prasangka yang diperingatkan oleh Nabi Saw., "Jauhkanlah dirimu dari prasangka buruk, sebab prasangka buruk adalah ucapan yang paling bohong." [Syarhu Riyadhis Shalihin]

Dalam hadis lain Rasul juga berpesan, "Sesungguhnya setan itu berada di dalam aliran darah tubuh manusia dan aku khawatir akan menimbulkan prasangka buruk di hati kalian atau mengatakan sesuatu." [HR. Muslim]

Jadi, sudahlah pasti kita akan sering berprasangka terhadap apa dan siapa saja yang kita jumpai, kita lihat, kita dengar dan kita rasakan. Saat bisa memenej prasangaka tersebut, insyaAllah hubungan sosial antar sesama bisa terjalin baik, sehingga kita tidak akan 
merasa dikecewakan oleh suatu hubungan dengan teman atau orang yang sangat kita sayangi, dan akhirnya bisa harus menyadari bahwa setiap hubungan itu unik. Dan seandainya hubungan sosial berjalan dan berakhir kurang menyenangkan, pastilah banyak hikmah dan pelajaran di dalamnya yang diperoleh jika kita mau berfikir. Wallahu a'lam.

Categories: