Tamim Ad-Daari, Sahabat Nabi Yang Pernah Bertemu Dajjal

Posted by Unknown on Friday, January 23, 2015 with No comments
Simbol Dajjal
Rasulullah Saw. bersabda, "Wahai manusia, sesungguhnya tidak ada makhluk di muka bumi ini sejak Allah menciptakan Adam sampai hari kiamat yang fitnahnya lebih besar daripada Dajjal." (HR. Muslim no. 2946)
 
Beliau juga bersabda, "Aku benar-benar akan memperingatkan kalian tentang Dajjal. Tidak ada seorang nabi melainkan ia pernah memperingatkan kaumnya tentang masalah tersebut. Tetapi aku akan mengatakan kepada kalian suatu ucapan yang belum pernah dikatakan oleh seorang nabi pun sebelumku. Dia itu (Dajjal) picak (bermata sebelah) sedangkan Allah tidaklah picak." (HR. Bukhari)
  
Adalah Tamim Ad-Daari, yang pernah berjumpa dengan Dajjal. Tamim adalah salah satu sahabat Rasulullah Saw. yang sebelumnya adalah pemeluk agama Nasrani. Setelah bertemu Dajjal, akhirnya dia berbaiat dan memeluk Islam. Dalam hadits riwayat Muslim dikisahkan cerita pertemuan Tamim Ad-Daari dengan Al-Masih Ad-Dajjal. Hadits tersebut adalah:
 
Ketika Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam sudah selesai shalat, beliau duduk diatas mimbar sambil tersenyum beliau bersabda, "Tetapkanlah setiap orang untuk menpati tempat sholatnya", kemudian beliau bersabda, "Apakah kalian mengerti kenapa aku mengumpulkan kalian?" para sahabat menjawab, "Allah dan Rosulnya yang lebih mengetahui!" Rasulullah bersabda, "Demi Allah sesungguhnya aku mengumpulkan kalian bukanlah untuk suatu kabar gembira atau kabar buruk, akan tetapi aku mengumpulkan kalian karena Tamim Ad-Daari yang dahulunya seorang laki-laki pemeluk agama Nasrani datang padaku kemudian berbaiat dan memeluk agama islam. Ia telah berkata kepadaku dengan suatu perkataan yan pernah aku katakan kepada kalian tentang Al-Masih Ad-Dajjal.

Ia mengisahkan perjalanannya kepadaku bahwa ia berlayar dengan sebuah kapal laut bersama 30 orang laki-laki dari kabilah Lakham dan Judzam. Kemudian mereka terombang-ambing oleh ombak selama satu bulan. Hingga mereka terdampar pada sebuah pulau di (tengah) laut yang terletak di daerah tempat terbenamnya matahari, lalu mereka duduk (istirahat) pada tempat yang lebih dekat dengan kapal. 

Setelah itu mereka masuk ke dalam pulau tersebut lalu mereka bertemu dengan seekor binatang yang berbulu lebat (sehingga) mereka tidak dapat memperkirakan mana bagian belakang (ekornya) dan mana bagian depan (kepalanya) karena bulunya yang terlalu banyak. 

Mereka berkata, "Celaka kamu, (hewan jenis) apakah kamu ini?" Ia (hewan) itu menjawab, "Saya adalah Al-Jassasah." Mereka bertanya lagi, "Apakah Al-Jassasah itu?" (tanpa menjawab) Ia berkata, "Wahai kaum pergilah kalian kepada seorang laki-laki yang berada di biara itu. Sesungguhnya ia sangat ingin mendengarkan berita-berita dari kalian!"

Tamim ad Dari berkata, "Ketika hewan itu telah menjelaskan kepada kami tentang laki-laki itu, kami pun ketakutan bahwa ia adalah setan." Tamim berkata, "Lalu kami segera berangkat sehingga kami memasuki biara tersebut, di sana terdapat seorang manusia yang paling besar yang (pernah) kami lihat, dalam keadaan terikat belenggu yang sangat kuat. Kedua tangannya terikat ke lehernya di antara dua lutut dan kedua mata kakinya terbelenggu dengan besi. 

Kami berkata, "Celaka, siapakah kamu ini?" Ia menjawab, "Takdir telah menentukan bahwa kalian akan menyampaikan kabar-kabar kepadaku, maka kabarkanlah kepadaku siapakah kalian ini?" Mereka menjawab, "Kami adalah orang-orang Arab yang berlayar dengan sebuah kapal, tiba-tiba kami menghadapi sebuah laut yang berguncang, lalu ombak mengombang-ambingkan kapal kami selama satu bulan dan kami berlabuh (terdampar) di pulaumu ini. Lalu kami duduk di tempat yang terdekat dengan kapal kemudian kami masuk pulau ini maka kami bertemu dengan seekor binatang yang sangat banyak bulunya yang tidak dapat diperkirakan mana ekor dan mana kepalanya karena banyak bulunya. Maka kami bertanya kepadanya, 'Celaka kamu, (hewan jenis) apakah kamu ini?’ ia menjawab, 'Aku adalah Al-Jassasah.' Ia berkata, 'Pergilah kalian kepada seorang laki-laki yang berada di biara itu. Sesungguhnya ia sangat ingin mendengarkan berita-berita yang kalian bawa!' Lalu kami segera menuju tempat kamu ini dan kami terkejut bercampur takut karena mengira bahwa kamu ini adalah setan."

Laki-laki besar yang terikat itu berkata, "Beritakanlah kepada saya tentang pohon-pohon kurma yang ada di (daerah) Baisan!" Kami berkata, "Apa yang ingin kamu ketahui tentangnya?" Ia berkata, "Saya menanyakan tentang pohon-pohon kurma apakah berbuah?" Kami menjawab, "Ya!" Ia berkata, "Adapun pohon-pohon kurma itu maka ia (sebentar lagi) hampir saja tidak akan berbuah lagi." 

Kemudian ia berkata lagi, "Beritakanlah kepadaku tentang laut Tobariyah (Tiberia)!" Mereka berkata, "Apa yang ingin kamu ketahui tentangnya?" Ia bertanya, "Apakah ada airnya?" kami menjawab, "laut itu airnya sangat banyak." Ia berkata, "Adapun airnya, maka ia (sebentar lagi) hampir saja akan habis."

Kemudian ia berkata lagi, "Beritakanlah kepada saya tentang mata air Zaghor!" Mereka menjawab, "Apa yang ingin kamu ketahui tentangnya?" Ia bertanya, "Apakah di sana masih ada air dan penduduk di sana masih bertani dengan menggunakan air dari mata air Zaghor itu?" Kami menjawab, "Benar, ia berair banyak dan penduduknya bertani dari mata air itu." 

Lalu ia berkata lagi, "Beritakanlah kepadaku tentang nabi yang ummi, apa sajakah yang sudah ia perbuat?" Mereka menjawab, "Dia telah keluar dari Mekah dan tinggal di Yatsrib (Madinah)." Lalu ia bertanya, "Apakah ia diperangi oleh orang-orang Arab?" Kami menjawab, "Ya!!" Ia bertanya lagi, "Apakah yang ia lakukan terhadap mereka?" Maka kami memberitahukan kepadanya bahwa ia (Nabi) itu telah menundukkan orang-orang Arab yang bersama dengannya dan mereka menaatinya." Lalu ia berkata, "Apakah itu semua telah terjadi?" kami menjawab, "Ya!!" Ia berkata, "Sesungguhnya adalah lebih baik bagi mereka untuk menaatinya. dan sungguh aku akan mengatakan kepada kalian tentang diriku. Aku adalah Al-Masih (Ad-Dajjal) dan sesungguhnya aku hampir saja diizinkan untuk keluar.

Maka aku akan keluar dan berjalan (menjelajah) di muka bumi dan tidak ada satu pun kampung (negeri) kecuali aku memasukinya dalam waktu 40 malam selain Mekah dan Thaibah (Madinah), kedua negeri itu terlarang bagiku. Setiap kali aku ingin memasuki salah satu dari negeri itu maka aku dihadang oleh malaikat yang ditangannya ada pedang berkilau dan sangat tajam untuk menghambatku dari kedua negeri tersebut. Dan disetiap celahnya terdapat malaikat yang menjaganya." 

Fatimah Binti Qais berkata, "Rasulullah shollallohu alaihi wasallam bersabda sambil menghentakkan tongkat pendek beliau diatas mimbar, "Inilah Thaibah, inilah Thaibah, inilah Thaibah (maksudnya kota Madinah). Bukankah aku sudah menyampaikan kepada kalian tentang hal itu?" para sahabat menjawab, "Benar." (Beliau shollallohu alaihi wasallam bersabda), "Sesungguhnya Saya tertarik dengan cerita Tamim Ad-Dariy, karena ia bersesuaian dengan apa-apa yang pernah aku sampaikan kepada kalian tentang Madinah dan Mekkah. Bukankah ia (tempat Dajjal) terletak di laut Syam atau laut Yaman? tidak tapi dia di arah timur, dia di arah timur, dia di arah timur. Ia (perempuan) berkata : "(Hal) ini saya hafalkan dari Rosululloh shollallohu alaihi wasallam."
 
Hadits Muslim nomer 2942 Bab Qissotul Jasasah:

فلما قضى رسول الله صلى الله عليه وسلم صلاته جلس على المنبر وهو يضحك فقال ليلزم كل إنسان مصلاه ثم قال أتدرون لم جمعتكم قالوا الله ورسوله أعلم قال إني والله ما جمعتكم لرغبة ولا لرهبة ولكن جمعتكم لأن تميما الداري كان رجلا نصرانيا فجاء فبايع وأسلم وحدثني حديثا وافق الذي كنت أحدثكم عن مسيح الدجال حدثني أنه ركب في سفينة بحرية مع ثلاثين رجلا من لخم وجذام فلعب بهم الموج شهرا في البحر ثم أرفئوا إلى جزيرة في البحر حتى مغرب الشمس فجلسوا في أقرب السفينة فدخلوا الجزيرة فلقيتهم دابة أهلب كثير الشعر لا يدرون ما قبله من دبره من كثرة الشعر فقالوا ويلك ما أنت فقالت أنا الجساسة قالوا وما الجساسة قالت أيها القوم انطلقوا إلى هذا الرجل في الدير فإنه إلى خبركم بالأشواق قال لما سمت لنا رجلا فرقنا منها أن تكون شيطانة قال فانطلقنا سراعا حتى دخلنا الدير فإذا فيه أعظم إنسان رأيناه قط خلقا وأشده وثاقا مجموعة يداه إلى عنقه ما بين ركبتيه إلى كعبيه بالحديد قلنا ويلك ما أنت قال قد قدرتم على خبري فأخبروني ما أنتم قالوا نحن أناس من العرب ركبنا في سفينة بحرية فصادفنا البحر حين اغتلم فلعب بنا الموج شهرا ثم أرفأنا إلى جزيرتك هذه فجلسنا في أقربها فدخلنا الجزيرة فلقيتنا دابة أهلب كثير الشعر لا يدرى ما قبله من دبره من كثرة الشعر فقلنا ويلك ما أنت فقالت أنا الجساسة قلنا وما الجساسة قالت اعمدوا إلى هذا الرجل في الدير فإنه إلى خبركم بالأشواق فأقبلنا إليك سراعا وفزعنا منها ولم نأمن أن تكون شيطانة فقال أخبروني عن نخل بيسان قلنا عن أي شأنها تستخبر قال أسألكم عن نخلها هل يثمر قلنا له نعم قال أما إنه يوشك أن لا تثمر قال أخبروني عن بحيرة الطبرية قلنا عن أي شأنها تستخبر قال هل فيها ماء قالوا هي كثيرة الماء قال أما إن ماءها يوشك أن يذهب قال أخبروني عن عين زغر قالوا عن أي شأنها تستخبر قال هل في العين ماء وهل يزرع أهلها بماء العين قلنا له نعم هي كثيرة الماء وأهلها يزرعون من مائها قال أخبروني عن نبي الأميين ما فعل قالوا قد خرج من مكة ونزل يثرب قال أقاتله العرب قلنا نعم قال كيف صنع بهم فأخبرناه أنه قد ظهر على من يليه من العرب وأطاعوه قال لهم قد كان ذلك قلنا نعم قال أما إن ذاك خير لهم أن يطيعوه وإني مخبركم عني إني أنا المسيح وإني أوشك أن يؤذن لي في الخروج فأخرج فأسير في الأرض فلا أدع قرية إلا هبطتها في أربعين ليلة غير مكة وطيبة فهما محرمتان علي كلتاهما كلما أردت أن أدخل واحدة أو واحدا منهما استقبلني ملك بيده السيف صلتا يصدني عنها وإن على كل نقب منها ملائكة يحرسونها قالت قال رسول الله صلى الله عليه وسلم وطعن بمخصرته في المنبر هذه طيبة هذه طيبة هذه طيبة يعني المدينة ألا هل كنت حدثتكم ذلك فقال الناس نعم فإنه أعجبني حديث تميم أنه وافق الذي كنت أحدثكم عنه وعن المدينة ومكة ألا إنه في بحر الشأم أو بحر اليمن لا بل من قبل المشرق ما هو من قبل المشرق ما هو من قبل المشرق ما هو وأومأ بيده إلى المشرق قالت فحفظت هذا من رسول الله صلى الله عليه وسلم
 
Categories: