Permasalahan Hutang dan Doa Agar Terhindar Darinya

Posted by Nasyit Manaf on Sunday, January 04, 2015 with No comments
Permasalahan hidup tidaklah mungkin bisa lepas dari tiap manusia. Mulai dari masalah pribadi, keluarga, bahkan sesama manusia lainnya. Salah satu diantara berbagai masalah yang sering dihadapi adalah masalah hutang. Berikut ini do'a agar tidak terbebani dengan kesusahan hutang yang diajarkan oleh Rosululloh saw, dan Beliau senantiasa membacanya

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحُزْنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ.

Allohumma inni a'udzubika minal hammi wal hazan, wal 'ajzi wal kasal, wal bukhli wal jubni, wad dhola'id dain wa gholabatir rijal.

"Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari (hal yang) menyedihkan dan menyusahkan, lemah dan malas, bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang.” (HR. Bukhari)

Walaupun Rasul mengajarkan do'a tersebut, bukan berarti kita seenaknya hutang kesana kemari tanpa prosedur alias gali lobang tutup lobang. Bahkan yang lebih parah lagi jika niat berhutang tapi tidak untuk mengembalikannya di kemudian hari. Ini bisa berakibat fatal karena sebab niat bisa berefek pada praktek sesungguhnya. Padahal masalah hutang akan dituntut sampai di akhirat kelak. Jadi berhati-hatilah ketika kita berniat ingin berhutang pada orang lain. Pesan Baginda Nabi saw. dalam hadisnya:

مَنْ أَخَذَ اَمْوَالَ النَّاسِ يُرِيْدُ أَدَّاهَا اَدَّى اللهُ عَنْهُ وَمَنْ أَخَذَهَا يُرِيْدُ إِتْلاَفَهَا أتْلَفَهُ اللهُ

"Barangsiapa meminjam harta orang lain (hutang) disertai niat akan mengembalikannya, niscaya Alloh akan menjadikannya mampu untuk mengembalikannya. Barangsiapa meminjamnya dengan tujuan untuk merusaknya, niscaya Alloh akan merusaknya (tidak mampu mengembalikannya).” (HR. Bukhori)

Jangan sampai karena permasalahan hutang, menjadikan kita tidak bisa merasakan nikmatnya masuk surga. Sabda Nabi Saw."“Barangsiapa yang ruhnya terpisah dari jasadnya dan dia terbebas dari tiga hal: sombong, ghulul (khianat), dan hutang, maka dia akan masuk surga.” (HR. Ibnu Majah). Na'udzubillah. Wallahu a'lam 
Categories: