Nikah Itu Santai, Mblo

Posted by Nasyit Manaf on Saturday, January 23, 2016 with No comments
Setelah selesai menjelaskan materi saat ngaji kitab Jurumiyah, ustadz ingin mencoba kemampuan murid-muridnya men-tarkib sebuah kalimat.
"Anak-anak coba tarkib kalimat النكاح سنتي sesuai materi kita hari ini dan sekalian jelaskan maksudnya." ustadz Ali memulai diskusi.

Saat terlihat masing-masing santri sibuk men-tarkib kalimat tersebut, ustadz berjalan menuju arah mereka.
"Coba Yusuf yang menjelaskan pertama." pinta ustadz saat berdiri di samping Yusuf.
"Kalimat النكاح سنتي merupakan susunan Mubtada Khobar. An-nikahu utawi nikah, iku sunnaty, sunnah ingsun Kanjeng Nabi. Lafadz النكاح sebagai mubtada dan سنتي sebagai khobarnya. Yang mempunyai arti, nikah adalah sunnahku, yaitu sunnah Rasulullah. Maksudnya, barang siapa menjalankan pernikahan berarti dia mengamalkan sunnah Nabi." Yusuf menjelaskan dengan gamblang di depan kelas.
"Sekarang coba giliran Amad yang menerangkan!" suruh sang ustadz.
Sambil maju ke depan kelas menuju papan tulis, Amad mecoba menerangkan semampunya.
"An-nikahu utawi nikah, iku santai, ora kesusu. Lafadz النكاح dadi mubtada lan lafadz سنتي dadi khobar. Maksude menikah iku ojo cepet-cepet lan grasa-grusu, santai wae! Soale perkoro sing grasa-grusu iku ajarane setan lan setan iku musuhe menungso."
Mendengar penjelasan dan gaya bicara Amad, hampir siisi kelas tertawa gaduh,tak terkecuali ustadz Ali pun terlihat ikut menahan tawanya. Amad yang merasa telah menerangkan dengan benar pun jadi bingung dibuatnya.
"Salah geh Ustadz?" Amad bertanya kebingungan.
Melihat kegaduhan para santri, Ustadz Ali mencoba menenangkan dan kembali ke tempat duduknya. Karena waktu ngaji hampir habis, dia menyimpulkan penjelasan dari Yusuf dan Amad.
"Sudah anak-anak, penjelasan tarkib dari Yusuf dan Amad semuanya benar yaitu susunan mubtada khobar. Bedanya cuma cara membaca khobar, Yusuf bacanya 'sunnaty', Amad membacanya 'santai'.
Sebenarnya semuanya benar, cuma penjelasan dari Amad kurang tepat sedikit saja. Jika pernikahan adalah santai, itu maksudnya pasangan yang sudah menjalankan nikah, maka kehidupan mereka berdua akan menjadi lebih santai dan tenang, tidak galau dan bingung mencari dan memilih calon pasangan. Kalau dimaknai santai itu maksudnya sakinah tenang."
Sebelum selesai menjelaskan, Amad mengangkat jarinya dan langsung bertanya pada ustadnya.
"Ustadz, berarti orang-orang yang masih jomblo belum nikah belum pada tenang yah? termasuk ustadz? Kan ustadz belum nikah." tanya Amad dengan polosnya.
Tanpa pikir panjang, ustadz Ali langsung menjawabnya, "Loh kan kata Amad nikah itu santai, jadi saya gak kesusu pengin cepet-cepet nikah toh..."
"Oooooooo....." jawab seluruh santri sambil ketawa saat melihat wajah ustadznya berubah jadi merah. (nasyitmanaf)
Categories: