Mbah Kholil; Tiga Masalah Satu Jawaban

Posted by Nasyit Manaf on Friday, January 08, 2016 with No comments
Mbah Kholil Bangkalan Madura
Suatu hari Kyai Kholil kedatangan tiga tamu yang menghadap secara bersamaan. Sang kyai bertanya kepada tamu yang pertama: “Sampeyan ? ada keperluan apa?”
“Saya pedagang, Kyai. Tetapi hasil tidak didapat, malah rugi terus-menerus,” ucap tamu pertama.
Beberapa saat Kyai Kholil menjawab mantap: “Jika kamu ingin berhasil dalam berdagang, perbanyak baca istighfar!”
Kemudian kyai bertanya kepada tamu kedua: “Sampeyan ada keperluan apa?”
“Saya sudah berkeluarga selama 18 tahun, tapi sampai saat ini masih belum diberi keturunan,” kata tamu kedua.
Setelah memandang kepada tamunya itu, Kyai Kholil menjawab: “Jika kamu ingin punya keturunan, perbanyak baca istighfar!”
Kini, tiba giliran pada tamu yang ketiga. Kyai juga bertanya: “Sampeyan ada keperluan apa?”
“Saya kepala madrasah, Kyai. Namun, makin hari hutang saya makin banyak, sehingga tak mampu membayarnya,” ucap tamu yang ketiga dengan raut muka serius.
“Jika kamu ingin berhasil dan mampu melunasi hutangmu, perbanyak baca istighfar!” pesan kyai kepada tamu yang terakhir.
Beberapa murid Syaikhona Kholil yang melihat peristiwa itu merasa heran. Masalah yang berbeda, tapi dengan jawaban yang sama, resep yang sama, yaitu menyuruh memperbanyak membaca istighfar.
Kyai Kholil mengetahui keheranan para santri. Setelah tamunya pulang, maka dipanggillah para santri yang penuh tanda tanya itu dengan dibacakan ayat al-Quran:
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (١٠) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (١١) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (١٢)
“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu(ber istighfarlah), sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan membanyakkan harta dan anak-anakmu. Dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh ayat 10-12).
Mendengar jawaban kyai ini, para santri mengerti bahwa jawaban itu memang benar.
Sumber: Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah - KTB
Categories: