Jangan Berani-Berani Terhadap Wali Allah

Posted by Nasyit Manaf on Monday, January 04, 2016 with No comments
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, dia berkata, "Telah bersabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam , "Sesungguhnya Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman, "Barang siapa yang memusuhi wali-Ku maka Aku umumkan perang terhadapnya. Tidak ada bentuk taqarrub seorang hamba kepada-Ku yang lebih Aku cintai dibanding (mengerjakan) apa yang Aku wajibkan kepadanya. Dan terus menerus seorang hamba bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada-Ku dengan nawafil (amalan sunnah) sehingga Aku mencintainya. Dan jika Aku mencintai nya maka Aku menjadi pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang dia melihat dengannya, menjadi tangannya yang dia gunakan memukul, serta menjadi kakinya yang dia gunakan untuk berjalan. Jika dia meminta kepada-Ku maka Aku pasti memberinya, dan jika dia minta tolong kepada-Ku niscaya Aku pasti menolongnya." (HR al-Bukhari)
من آذى لي وليا فقد آذنته للحرب
"Barangsiapa menyakiti waliKu maka Akan Aku kumandangkan perang terhadapnya."

Ada tiga orang alim berziaroh kepada syaikh Yusuf al-Hamadani seorang waliyullah. Ketiga orang itu adalah: Syaikh Abd Qadir al-Jailani, Ibn Asrun dan Ibn Saqa.
Dalam perjalanan, mereka saling bercerita. Ibn Saqa bercerita bahwa tujuan ia ziarah Syaikh Yusuf adalah untuk menjajaki dan memberi tahu pada masyarakat akan kebodohan Syaikh.
Ibn Asrun bercerita bahwa maksud dia sowan Syaikh adalah untuk meminta doa agar diberi kekayaan karena dia tahu kemustajabahan doa syaikh.
Syaikh Abd Qadir mengatakan bahwa tujuan sowan adalah untuk ngalap barokahnya dan mendapatkan kebaikan dalam agama karena dekat dengan syaikh Yusuf.
Setelah ketiganya berada di depan Syaikh, dengan mata batin beliau, beliau sudah tahu kehendak dari ketiga orang tersebut.
Syaikh berkata pada Ibn Saqa: saya melihat perdebatan diantara dua matamu. Kemudian syaikh menjawab semua pertanyaan Ibn Saqa.
Kemudian Syaikh menoleh pada Ibn Asrun dan berkata: akan datang harta yang engkau kehendaki.
Setelah itu, Syaikh berkata kepada Syaikh Abdul Qadir: telapak kakimu diatas leher para wali masamu.
Ibn Saqa adalah seorang penghafal quran, Suatu ketika dia dijadikan utusan oleh Khalifah ke negara Romawi. Ketika di sana dia senang perempuan anak raja, akan tetapi perempuan itu tidak mau dikawin kecuali Ibn Saqa masuk kristen. Dia masuk kristen. Naudzubillah.
Suatu ketika ada yang melihat Ibn Saqa dalam keadaan sakit di gubug reyot memegang kipas untuk menolak lalat dari mukanya.
Dia ditanya tentang hafalan qurannya. Dia menjawab bahwa semuanya telah hilang kecuali ayat

ربما يود الذين كفروا لو كانوا مسلمين
"Seringkali orang-orang kafir senang kalau mereka menjadi orang-orang islam (ketika di dunia)."

Sangat berbahaya, ketika peperangan yang dikumandangkan oleh ALLOH adalah hal yang berhubungan dengan hati, yaitu tempat iman.
اللهم أحينا مسلمين وأمتنا مؤمنين واحشرنا في زمرة أهل اليقين برحمتك يا أرحم الراحمين.

Categories: