Jadilah Rabbani Bukan Ramadhani

Posted by Nasyit Manaf on Thursday, July 09, 2015 with No comments


Ilustrasi pengajian setelah Tarawih
Satu fenomena yang kita jumpai di sekeliling kita, banyak orang yang rajin puasa, rajin ibadah dan rajin melakukan amal shālih di bulan Ramadhān. 


Begitu Ramadhān berakhir maka berakhir pula amal shalihnya, kembali seperti semula, kembali jauh dari Allāh Subhānahu wa Ta'āla, jauh dari masjid, jauh dari Al-Qurān, jauh dari amal shālih. 

Seakan-akan Tuhan yang punya Ramadhān berbeda dengan tuhan yang memiliki bulan-bulan setelah Ramadhān. Tentunya ini sebuah fenomena yang sangat tidak kita harapkan. 

Dan satu hal perlu kita ketahui bahwa dahulu di masa silam, dijumpai orang-orang yang semangat beribadah dan beramal shalih yaitu di bulan Rajab. Namun jauh dari amal shalih dan kebajikan di luar bulan Rajab. 

Maka berkaitan dengan amalan orang yang seperti itu, ada ulama yang membuat ungkapan: 

كُوْنُوْا رَبَّانِيِّيْنَ وَلاَ تَكُوْنُوْا رَجَبِّيِّيْنَ

"Jadilah orang yang menyembah Allāh sepanjang bulan dan janganlah mengingat Allāh hanya di bulan Rajab saja."

Ini ungkapan ulama menanggapi orang-orang yang rajin ibadah di bulan Rajab tetapi jauh dari ibadah dan amal shalih di luar bulan Rajab. 

Oleh karena itu, menyingkapi fenomena semangat ibadah dan amal shalih di bulan Ramadhān tetapi jauh dari amal shalih dan ibadah setelah Ramadhān berakhir maka 1 hal yang tepat ungkapan yang kedua yaitu: 

كُوْنُوْا رَبَّانِيِّيْنَ وَلاَ تَكُوْنُوْا رَمَضَانِيِّيْنَ

"Jadilah anda Rabbani (penyembah Allāh sepanjang bulan, didalam dan diluar bulan Ramadhān) dan janganlah anda menjadi orang-orang yang hanya mengingat Allāh hanya pada bulan Ramadhān saja."

Karena sesungguhnya yang kita sembah adalah Tuhan semesta alam yang memiliki bulan Ramadhān dan juga memiliki bulan-bulan diluar bulan Ramadhān. 

Maka setelah kita sadari yang kita sembah itu adalah sama, kita beribadah kepada Dzat yang sama, maka atas alasan apa kita berbeda sikap saat Ramadhān dan setelah Ramadhān berakhir? 

Maka, satu hal yang perlu kita ingat, jadilah kita Rabbani, penyembah Allāh sepanjang bulan dan janganlah kita menjadi Ramadhāni yaitu yang hanya menyembah Allāh saat bulan Ramadhān saja. 
Categories: ,