KH. Chabib Makki; Kyai yang Selalu Istiqamah

Posted by Nasyit Manaf on Tuesday, July 07, 2015 with No comments
Abah saat mengajar Tafsir Jalalain
Istiqamah dalam ibadah. Kalimat yang pas disematkan untuk Drs. KH. Chabib Makki dalam menjalani aktivitas keseharinya. 

Abah, sapaan akrab dari para santri Pon.Pes. Al-Amien Purwokerto Wetan ketika memanggil kepada kyai mereka. Disela-sela kesibukan mengajar salah satu Madrasah Aliyah di Purwokerto, Abah hampir menyibukkan waktunya di pondok jika tidak ada acara keluar untuk silaturrahim. Selain mengajar (ngaji) ke para santri, Abah biasanya istiqamah dalam berdzikir dan tadarus Al-Qur'an di ndalem beliau.

Pelajaran akhlak yang terangkum di kitab Ta'limul muta'alim karya Syekh Az-Zarnuji menjadi kajian kitab yang wajib diajarkan kepada para santri yang terdiri dari santri putra dan putri saat pagi hari setelah shalat subuh. Selepas itu, Abah ngaji Tafsir Al-Quran dengan mempelajari Kitab Tafsir Jalalain dengan santri-santri senior yang terdiri dari para mahasiswa. Sebuah kitab tafsir al-Qur'an terkenal, yang awalnya disusun oleh Jalaluddin al-Mahalli pada tahun 1459, dan kemudian dilanjutkan oleh muridnya Jalaluddin as-Suyuthi pada tahun 1505. Kitab tafsir ini umumnya dianggap sebagai kitab tafsir klasik Sunni yang banyak dijadikan rujukan, sebab dianggap mudah dipahami dan terdiri dari hanya satu jilid saja.

Keistiqamahan Abah bukan hanya dalam ngaji saja, bahkan dalam ibadah lainnya istiqamah beliau sangat pantas dijadikan contoh bagi orang lain terutama para santri. Selalu terbiasa bangun dini hari pada sepertiga malam guna qiyamul lail sudah menjadi menu wajib bagi Abah yang sudah terbiasa dilakukan semenjak dari kecil. Bahkan saat masih mondok di Al-Falah Ploso, Abah pernah ditugasi langsung untuk selalu membangunkan Kyai Zainudin Djazuli pagi hari sebelum subuh.

Disamping wungu (bangun) gasik dini hari, Abah mempunyai kebiasaan berdzikir lama, baik dalam keadaan selesai shalat maupun saat santai. Meskipun dalam kondisi santai Abah sering terlihat melafadzkan dzikir berupa wirid-wirid. Hal ini sudah maklum, disamping beliau merupakan kyai pengasuh pesantren, juga sebagai Mursyid Thariqah Syadziliyyah dengan meneruskan kemursyidan dari ayah mertua KH. Abu Mansyur Lesmana.

Menyibukkan diri di ndalem dengan membaca Al-Quran juga merupakan salah satu keistiqamahan beliau yang selalu ditularkan kepada para santri. Abah biasanya mengajarkan para santri agar masing-masing selalu  membuat target untuk mengkhatamkan Al-Qur'an dalam beberapa hari. Kebiasan Abah tersebut diamini oleh beberapa santri yang menyaksikan langsung ketika nderekake Abah bepergian.

"Abah jika tindak kemana-mana terutama jarak jauh, pasti di dalam mobil sambil maos Al-Qur'an." ungkap Sa'bani salah satu santri senior yang menyaksikan langsung.

Masih banyak keistiqamahan Abah dalam ibadah dan saat mendidik serta menasihati para santri yang perlu ditaati dan dijadikan tuladha bagi mereka untuk selalu mengikuti dawuh Gurunya agar kelak bisa melanjutkan perjuangan sebagai generasi penerus yang selalu siap untuk nashrul 'ilmi dimanapun. [nasyit]
Categories: