Hukum Menjual Makanan di Siang Hari Bulan Ramadhan

Posted by Nasyit Manaf on Saturday, June 27, 2015 with No comments
Para penjaja makanan di pinggir jalan
Walaupun bulan Ramadhan yang di dalamnya diwajibkan untuk berpuasa, ketika kita jalan-jalan di pasar, mall, atau di pinggir-pinggir jalan masih saja banyak kita jumpai para penjual makanan di siang hari dan kadang pembelinya juga banyak. Sebenarnya tinjauan fiqh untuk masalah seperti ini bagaimana? 

Jelas kalau menjual saja hukumnya boleh boleh saja, namun jika terdapat dugaan kuat bahwa pembeli tersebut akan memakan di siang hari pada bulan puasa, maka hukumnya adalah tidak boleh (haram). Hal ini karena sama saja kita menolong orang lain berbuat maksiat dalam melanggar kewajiban syariat agama. Keterangan dari kitab : 

( وقوله من كل تصرف يفضي إلى معصية ) بيان لنحو وذلك كبيع الدابة لمن يكلفها فوق طاقتها والأمة على من يتخذها لغناء محرم والخشب على من يتخذه آلة لهو وكإطعام مسلم مكلف كافرا مكلفا في نهار رمضان وكذا بيعه طعاما علم أو ظن أنه يأكله نهارا

"(Keterangan "dari setiap tindakan yang berakibat maksiat") seperti menjual Hewan tunggangan pada orang yang akan membebaninya diluar batas kemampuannya, menjual Budak wanita untuk menyanyi yang diharamkan, menjual kayu pada orang yang akan memakainya untuk alat malaahi, dan seperti orang muslim dewasa yang memberi makanan pada orang kafir dewasa disiang hari ramadhan, begitu juga menjual makanan bila yakin atau menduga kuat ia akan memakannya disiang hari ramadhan." (I’aanah at-Thaalibiin juz III hlm 24)

ومن النحو بيع الأمرد لمن عرف بالفجور والجارية لمن يتخذها للغناء المحرم والخشب لمن يتخذه آلة لهو وإطعام مسلم مكلف كافرا مكلفا في نهار رمضان وكذا بيعه طعاما علم أو ظن أنه يأكله نهارا .

"Sebagian contoh jual beli yang diharamkan adalah menjual amraad (pemuda tampan) pada orang yang diketahui kemesumannya, menjual sahaya wanita untuk menyanyi yang diharamkan, menjual kayu pada orang yang akan memakainya untuk alat malaahi, dan seperti orang muslim dewasa yang memberi makanan pada orang kafir dewasa disiang hari ramadhan, begitu juga menjual makanan bila yakin atau menduga kuat ia akan memakannya disiang hari ramadhan."
 (
Hasyiyah al-Bujairami juz II hlm 224)

Wallahu a'lam bish shawwab
Categories: