Hukum Cairan Yang Keluar Dari Farji

Posted by Nasyit Manaf on Saturday, December 27, 2014 with No comments
Macam-macam cairan yang keluar dari farji (alat kelamin) baik laki-laki atau perempuan dapat diperinci sebagai berikut : 

1. Air Kencing.
Hukum cairan tersebut ialah najis dan membatalkan wudlu jika mengeluarkannya akan tetapi tidak mewajibkan mandi. 

2. Mani.
Mani adalah cairan putih yang keluar dengan muncrat-muncrat (mancur) disertai syahwat serta menyebabkan loyo atau lemas setelah keluar.
Ciri-ciri mani ada 3, yaitu :
- Keluarnya dengan muncrat-muncrat.
- Saat keluar terasa nikmat, walaupun tidak secara muncrat-muncrat.
- Jika basah baunya mirip adonan roti dan jika kering baunya seperti putihnya telur.
Jika didapatkan salah satu dari tiga ciri di atas, maka disebut mani. Hal ini berlaku pada laki-laki dan perempuan. Hukum cairan tersebut tidak najis (suci) akan tetapi mewajibkan mandi. (Kitab Bajuri juz 1 hal 107)

3. Madzi.
Madzi adalah cairan putih lembut dan licin yag keluar pada permulaan bergejolaknya syahwat. Istilah madzi untuk laki-laki, namun jika keluar dari perempuan dinamakan qudza. Hukumnya najis dan membatalkan wudhu tapi tidak wajib mandi.

4. Wadi.
Wadi adalah cairan putih keruh dan kental, keluar setelah melaksanakan kencing atau ketika mengangkat beban berat. Hukumnya seperti madzi yaitu najis dan membatalkan wudhu tapi tidak wajib mandi.

Kesimpulan :
- Jika cairan keluar mengandung salah satu ciri-ciri mani, maka dihukumi mani. Namun jika tidak ada dan keluarnya pada mulai gejolaknya syahwat atau sesudah syahwat, maka dihukumi madzi.
- Jika ragu yang keluar mani atau madzi ?, maka boleh memilih antara menjadikannya mani sehingga wajib mandi, atau menjadikannya madzi sehingga hukumnya najis, tidak wajib mandi namun batal wudhu’nya. Paling afdholnya menggabung keduanya yaitu mandi janabah dan menyucikan tempat yang terkena cairan tersebut.
- Wanita juga mengeluarkan mani dengan ciri-ciri sebagaimana di atas. Namun menurut imam Al-Ghozali, mani wanita hanya bercirikan keluar disertai syahwat (kenikmatan)

الفرق بين المني والمذي والودي :
المني : ماء أبيض يتدفق حال خروجه ويخرج بشهوة ويعقب خروجه فتور.
المذي : ماء أبيض رقيق لزج يخرج عند ثوران الشهوة بلا شهوة كاملة
الودي : ماء أبيض ثخين كدر يخرج بعد البول أو عند حمل شيئ ثقيل
الحكم عند خروج أحدها :
المني يوجب الغسل ولا ينقض الوضوء وهو طاهر
المذي والودي حكمهما كالبول فينقضان الوضوء وهما نجسان
علامة المني يجب الغسل إذا وجدت إحدى هذه العلامات ولا يشترط كلها والمرأة مثل الرجل في ذلك وهي ثلاثة :
1. التلذذ بخروجه أي يخرج بشهوة
2. التدفق أي يخرج على دفعات
3. الرائحة إذا كان رطبا كرائحة العجين أو الطلع ، وإذا كان جافا كرائحة بياض البيض
فليس من علامات المني كونه أبيضا أو يعقب خروجه فتور ولكن هذا على سبيل الغالب
كما قال صاحب صفوة الزبد

(Kitab At Taqrirat As Sadidah Al Masail Al Mufidah hal 115-116)
Categories: