Terlalu Cantik, Makruh Menikahinya

Posted by Nasyit Manaf on Wednesday, December 24, 2014 with No comments
Mungkin tidak sedikit dari laki-laki manapun menginginkan calon pendamping dengan kriteria yang cukup muluk-muluk, tinggi semampai, langsing, kulitnya demikian, wajah harus demikian dan seterusnya. Kriteria tersebut perlu ditelaah ulang dengan menimbang penjelasan salah seorang ulama Syafi’iyyah berikut ini:

Penulis kitab Fathul Mu’in bi Syarh Qurrah al ‘Ain mengatakan:

(وجميلة) أولى لخبر: خير النساء من تسر إذا نظرت

“Memperisteri wanita yang cantik itu yang lebih utama, mengingat pada sebuah hadits yang mengatakan bahwa sebaik-baik adalah yang menyenangkanmu jika engkau memandanginya.”

Perkataan di atas dijelaskan lebih lanjut oleh penulis Hasyiyah I’anah al Thalibin sebagai berikut:

(قوله: وجميلة) أي بحسب طبعه ولو سوداء عند حجر أو بحسب ذوي الطباع السليمة عند م ر.

“Yang dimaksud dengan wanita cantik adalah cantik menurut versi masing-masing laki-laki (relatif) meskipun wanita tersebut berkulit hitam. Ada juga yang menjelaskan bahwa tolak ukur wanita cantik dalam hal ini adalah wanita cantik menurut laki-laki yang tabiatnya masih normal (baca: selera standar, tidak muluk-muluk, tidak pula terlalu buruk).

وتكره بارعة الجمال لانها إما أن تزهو، أي تتكبر، لجمالها، أو تمتد الاعين إليها

"Makruh hukumnya menikahi wanita yang terlalu cantik karena dua pertimbangan:
Pertama, biasanya wanita yang terlalu cantik itu memiliki sifat sombong akan kecantikannya. Kedua, terlalu banyak mata yang melirik kepadanya. ”(Hasyiyah I’anah al Thalibin juz 3 hal 270, karya Sayyid Muhammad Syatho cetakan al Haramain).

Dalam kutipan di atas Sayyid Muhammad Syatho menilai makruh menikahi wanita yang memiliki nilai ‘terlalu cantik’ dengan dua alasan di atas.

Wanita dengan kelas demikian itu cenderung sombong boleh jadi kepada suaminya jika suaminya dia nilai kurang selevel akibatnya dia akan sering tidak mau diatur oleh suaminya. Sehingga apalah artinya punya isteri sangat cantik namun pembangkang terhadap suami. Ataupun sombong terhadap wanita-wanita yang lain. Bergaul dengan orang yang sombong bisa-bisa menyebabkan kita tertular penyakit kesombongannya.

Banyaknya mata yang melirik kepadanya juga merupakan permasalahan tersendiri karena hal ini menyebabkan setiap hari suami dirundung rasa cemburu dan selalu dibayang-bayangi ketakutan jangan-jangan isterinya tergoda. Sehingga hal ini akan menyebabkan hidup terasa kurang nyaman. Jika seperti itu adanya, sungguh tepat nasihat Sayyid Muhammad Syatho di atas. Wallahu a'lam bish shawwab
Categories: