Fragmen Cerita dari Negeri Pesantren

Posted by Nasyit Manaf on Thursday, February 12, 2015 with No comments
Pesantren Tegalrejo
I/Gerbang

Mari.. bersama kau dan aku
Kita bercengkrama mengenai lalulalang dibalik gerbang
Yang tersekat dinding menjulang
Terurus pengurus
Dan tersandra mata-mata
Mari..
Kita awali dengan mubtada
Dan basmallah yang melangit semoga menjadi tanda baik
Bagi permulaan segala topik


II/ Pondok

Dibawah atap yang sama
Saban hari kita bersua
Lalu menjajakan kaki pada ubin
Sambil menghitung mimpi perincinya
Banyak dinding-dinding
Menjadi saksi bisu kita bersanding
Dari terlelap sampai terjaga
Mulai isya sampai isya
Kita bersama kibaskan doa
Dalam khidmad yang sama
Dalam kesaksian yang sama pula
Oleh pondok yang terus menua

III/ Kyai-Nyai

Kau dan aku
Antara kita ada piyantun yang pelu ditadzimi
Yang menghujani
Lalu meneduhkan kembali
Kemudian menyinari
Dari ilmu dan kalamnya yang terus mengilhami
padanya kita berharap ada barokah didalamnya
Ada nikmat pada tiap petuahnya
Setiap hari
Sepanjang waktu yang diawali pagi
 
IV/ Kitab Kuning

Utawi kanga ran fasal sewiji ngibarate fasal
Terfasal dari tiap-tiap faslunnya
Pada mubtada yang bersanding khobar
Ada warta hebat
Bagi jiwa yang terselamat
Kemudian tersusun menjadi lembaran-lembaran yang menyatu
Lantas menguning
Lalu tersaji dan dikaji
oleh piyantun mulia pembawa risalah ulama
kita rapatkan shaf kala itu
menarika pena dari kata perkatanya
pada kitab kuning
lembaran ilmu yang tak pernah kering


V/ Santri

Sarung kunang-kunang
Merapal ayat-ayat selamat
Menuding bait-bait elit
Duduk bersila bertadarus mantra
Santri.
Meski tertidur beralaskan pandan
Melangkah bertatakan bakiak
Dan semua terbilang sederhana
Karena kita tau
Adalah ilmu yang bermanfaat tujuannya
Karenanya dia rela, untuk urungkan kilau dunia

VI/  Mukim

Demikianlah episode yang mendayu dayu
Dari ulasan kisah yang beharap tak ada endingnya
Tapi kita tau
Setiap datang pasti ada pulang
Dari episode singkat
Kita dipaksa mukim olehnya
Seperti kata emak ..
nduk..pulanglah… bawa ilmu dan.. akhlak yang.. menakjubkan”
Maka kita pulang
Ada yang pelu kita bangun setelah ini
Yaitu peradaban yang madani
Dari pesantren, untuk negeri
Categories: