Ketika Saya Berjenggot

Posted by Nasyit Manaf on Monday, February 09, 2015 with No comments
Jenggotku
Berjenggot. Ketika memahaminya dengan sikap judge general maka bisa menjadi kurang pas. Apalagi sampe mewajibkan, sehingga bagi yang aslinya tidak berjenggot dengan sedikit memaksakan, berusaha bagaimana caranya janggut bisa thukul rambutnya padahal umumnya type kita adalah berkulit mulus dan sulit tumbuh rambut. Berbeda dengan orang-orang timur tengah atau orang barat.

Jika kembali pada teks hadits tentang jenggot, substansi perintah bukan hanya dalam masalah rambut janggut yang perlu dibicarakan panjang lebar, apalagi pada kondisi seperti sekarang ini.

"Berbedalah kalian dengan kaum musyrikin (kafir), peliharalah jenggot dan cukurlah kumis." (HR. Bukhari Muslim). Masalah jenggot itu sifatnya dinamis. Bukti dari itu terlihat dengan kita tidak bisa menilai bahwa yang berjenggot pastilah muslim. Banyak orang barat yang lengkap dengan tato dan gaya gila-gilaanya juga janggutnya berjenggot.

Tapi entahlah, jika ada sebagian yang suka sekali pada kesunnahan berjenggot ini sampe-sampe sebagian yang lain menamainya "Islam Jenggot" itu bukanlah pemberian istilah tanpa sebab, mungkin.

Padahal, jika ingin mengamalkan isi hadits secara keseluruhan, Rasul menyuruh kita agar berbeda dengan non muslim, maka perbedaan sikap, perilaku, pemikiran, aqidah maupun gaya hidup tentunya jauh lebih penting ketimbang berkutat pada urusan jenggot semata yang sifatnya dinamis, bahkan jika malah sampe membuat wajah terlihat awut-awutan dan terkesan menakutkan itu jauh dari tauladan Rasul yang wajahnya sejuk dan menentramkan hati.

Dan alhamdulillah, saya juga berjenggot, tapi....
Categories: