SMK Syubbanul Wathon (SW) Tegalrejo Jadi Sekolah Rujukan

Posted by Nasyit Manaf on Tuesday, February 17, 2015 with No comments
Gedung SMK SW Tegalrejo
SMK Syubbanul Wathon (SW) pesantren Tegalrejo menjadi sekolah rujukan seluruh Indonesia karena perkembangan siswa dan prestasi di bidang akademik selama lima tahun terakhir yang terus meningkat. Keunggulan sekolah kejuruan ini terletak pada model dan tradisi pesantren yang menghidupinya.

“Kami turut bangga atas kesuksesan SMK Syubbanul Wathon sebagai sekolah rujukan. Dari sekitar 12 juta SMK seluruh Indonesia, SMK di sini termasuk di antara 180 SMK yang berstatus rujukan,” kata Direktur Pembinaan SMK SW M Mustaghfirin pada peluncuran produk bel sekolah otomatis di SMK SW, Tegalrejo, Magelang, Sabtu (14/2).


SMK dengan model pesantren memang sudah banyak, tapi melihat SW di sini benar-benar memiliki karakter unik. Para pengasuh dan pengelolanya mampu mencampur antara kurikulum pesantren dan kurikulum SMK.

Dalam mendidik anak, lanjut Mustaghfirin, tidak bisa dipisahkan moral spiritual dan pendidikan keahlian. Berbagai keahlian yang dipelajari dari sekolah dilandasi dengan keilmuan Islam dalam pesantren akan menjadi campuran kurikulum yang pas dan cocok untuk saat ini.

“Sekarang siswa di sini sudah mencapai 1000 orang dan sudah stabil bertahun-tahun. Sekarang yang dipikirkan adalah bagaimana terus meningkatkan mutu pendidikannya. Mencetak generasi berakhlaqul karimah dan memilki keahlian untuk masa depan mereka,” katanya.

Ia yakin SW akan bertambah besar seiring dengan tingkat kepercayaan tinggi masyarakat terhadap SMK pesantren ini.

Pengasuh SMK berbasis pesantren SW Tegalrejo KH. Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) mengatakan, perjuangan mendirikan sekolah ini adalah warisan dari almarhum Abdurrahman Chudlori. Karena doa almarhum dan dukungan masyarakat juga pemerintah, sekolah SMK menjadi tumbuh seperti ini.

“Kami berharap sekolah ini nantinya tidak menolak calon siswa lagi seperti tahun lalu. Dukungan masyarakat dan pemerintah menjadikan SMK ini nantinya tak menolak calon siswa karena keterbatasan asrama dan fasilitas lainnya,” tambah Gus Yusuf yang kini diamanahkan sebagai Wakil Ketua PP RMI NU. (Sumber: nu.or.id)
Categories: