Bukan Cinta Biasa

Posted by Nasyit Manaf on Saturday, March 01, 2014 with No comments

Kita lahir dengan dua mata di depan wajah kita, karena itu kita tidak diajarkan untuk melihat ke belakang. Tapi, pandanglah semua itu ke depan, pandanglah masa depan kita.

Kita dilahirkan dengan 2 buah telinga di kanan dan di kiri, hal ini supaya kita dapat mendengarkan semuanya dari dua buah sisi. Untuk berupaya mengumpulkan pujian dan kritikan dan memilih mana yang benar dan mana yang salah.

Kita lahir dengan otak di dalam tengkorak kepala kita. Sehingga tidak peduli semiskin apa pun kita, kita akan tetap kaya. Karena tidak akan ada seorang pun yang dapat mencuri otak, pikiran dan idea kita. Dan apa yang kita pikirkan di dalam otak kita jauh lebih berharga daripada emas dan perhiasan.

Kita lahir dengan 2 mata dan 2 telinga, tapi kita hanya diberi 1 mulut. Karena mulut adalah senjata yang sangat tajam, mulut bisa menyakiti, bisa membunuh, bisa menggoda, dan banyak hal lainnya yang tidak menyenangkan. Sehingga ingatlah bicara sedikit mungkin, tapi lihat dan dengarlah sebanyak-banyaknya.

Kita lahir hanya dengan 1 hati jauh di dalam diri kita. Mengingatkan kita pada penghargaan dan pemberian cinta diharapkan berasal dari hati kita yang paling dalam. Belajar untuk mencintai dan menikmati betapa kita dicintai tapi jangan pernah mengharapkan orang lain untuk mencintai kita, seperti kita mencintai dia.

Dan bersikap wajarlah dalam mencintai seseorang ataupun sesuatu, karena bisa jadi itu hanya sesaat, begitu juga dalam membencinya. Pesan Rasulullah, "Cintailah kekasihmu (secara) sedang-sedang saja, siapa tahu di suatu hari dia akan menjadi musuhmu, dan bencilah musuhmu (secara) sedang-sedang saja, barangkali di suatu saat dia akan menjadi kekasihmu." [HR. Turmudzi]

Jadi, berikanlah cinta tanpa meminta balasan dan bersikap wajarlah dengan cinta tersebut. Suatu saat kita akan menemui cinta yang jauh lebih indah.
Categories: