Ke Mana Niat Kita?

Posted by Nasyit Manaf on Sunday, March 02, 2014 with No comments

Aku pengin pacaran...
Aku hendak bersilaturrahim...

Dia berniat mencuri...
Dia mau bersedekah...

Sering terjadi suatu tindakan seseorang baik itu hal yang bagus ataupun jelek karena memang sebelumnya sudah terbersit niat atau keinginan di dalam hatinya.

Ketika seseorang hanya melihat "objek" dari keinginan orang lain, maka tidak jarang yang langsung men-justis dengan penilaian baik jika memang niat dari perbuatan itu baik, dan menilai jelek jika niat tersebut juga jelek, meskipun perbuatan tersebut belum dilakukan.

Penilaian manusia akan berbeda sedikit dengan penilaian Allah. Dalam masalah ini Rasulullah pernah bersabda, ”Barangsiapa mempunyai niat baik namun ia tidak melakukannya maka Allah akan menulisnya sebagai satu pahala kebaikan baginya. Dan barang siapa mempunyai niatan baik kemudian mengerjakannya, maka akan ditulis baginya sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat. Barangsiapa mempunyai niatan jelek akan tetapi tidak jadi melakukannya maka tidak ditulis sebagai dosa baginya, dan apabila mengerjakan kejelekan tersebut, maka ditulis sebagai dosa baginya." [HR. Muslim]

Niat terbagi menjadi tiga, yaitu:
1. Maksiat.
Perbuatan maksiat tidak akan bisa berubah menjadi sebuah kebaikan, walaupun diniati dengan niatan baik.
2. Taat.
Ketaatan harus diniati karena Allah swt. Apabila diniati bukan karena Allah swt maka bisa menyebabkan sama sekali tidak memperoleh pahala apapun. Akan tetapi apabila seseorang berniat taat karena Allah swt namun tidak bisa melakukannya maka Allah swt akan menulis kebaikan atas niat baiknya.
3. Mubah.
Suatu perbuatan yang diperbolehkan dapat berubah sesuai niatnya.
- Apabila diniati baik, maka akan menjadi sebuah ketaatan yang berbuah pahala.
- Apabila diniati buruk, akan menjadi sebuah kemaksiatan yang mengakibatkan dosa.
Categories: