Haramnya Jabat Tangan Lawan Jenis

Posted by Nasyit Manaf on Sunday, March 09, 2014 with No comments
Berjabatan tangan ada kalanya baik dan bahkan disunnahkan, tapi ada juga salaman yang diharamkan oleh syari'at Islam. Kesunnahan berjabat tangan adalah sesuai sabda Rosululloh dalam hadisnya :

عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلَّا غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا

Dari Bara' bin 'Aazib Radhiyallahu anhu , ia berkata, "Rasululloh saw bersabda: "Tidaklah dua orang Muslim berjumpa kemudian mereka bedua saling berjabat tangan kecuali diampuni (dosa) keduanya sebelum mereka berpisah." (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Adapun berjabat tangan yang tidak diperbolehkan atau haram menurut Para Ulama adalah ketika berjabat tangan terhadap lawan jenis yang bukan mahramnya. Hal ini diterangkan dalam hadis Nabi  :

لَأَنْ يُطْعَنُ فِيْ رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيْدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لاَ تَحِلُّ لَهُ

Artinya, “Andaikata kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. At Thabrani dan Baihaqi)

إِنِّيْ لاَ أُصَافِحُ النِّسَاءَ 

Artinya, “Sesungguhnya aku tidak pernah berjabat tangan dengan wanita.” (HR. Malik, Ahmad, Thabrani, Baihaqi)

وَاللهِ مَا مَسَّتْ يَدُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ يَدَ امْرَأَةٍ قَطٌّ فِي الْمُبَايَعَةِ 


Artinya “Demi Allah tidak pernah sama sekali tangan Rasulullah menyentuh tangan wanita dalam berbai’at dan beliau tidak membai’at para wanita kecuali dengan perkataannya.” (HR. Bukhori Muslim)

وَحَيْثُ حَرُمَ نَظَرُهُ حَرُمَ مَسُّهُ بِلَا حَائِلٍ نَعَمْ يَحْرُمُ مَسُّ وَجْهِ الْأَجْنَبِيَّةِ

Artinya : "Sekerinya haram melihatnya maka haram pula memegang atau menyentuhnya dengan tanpa penghalang (hail). Maka haram juga memegang wajah lawan jenis lain." (Kitab Tuhfahtul Muhtaj juz 29 hal 258)

وَتَحْرُمُ مُصَافَحَةُ الرَّجُلِ لِلْمَرْأَةِ اْلأَجْنَبِيَّةِ مِنْ غَيْرِ حَائِلٍ وَكَذَا اْلاَمْرَادُ الْجَمِيْلُ قَوْلُهُ: ( وَلاَ تَجُوزُ مُصَافَحَةُ الرَّجُلِ الْمَرْأَةَ ) أَيْ الْأَجْنَبِيَّةَ وَإِنَّمَا الْمُسْتَحْسَنُ الْمُصَافَحَةُ بَيْنَ الْمَرْأَتَيْنِ لَا بَيْنَ رَجُلٍ وَامْرَأَةٍ أَجْنَبِيَّةٍ ، حاشية الصاوى على الشرح الصغي

(Kitab Tanwir al-Qulub hal. 199 dan Hasiyah al-Shawi ‘ala Syarhi al-Shaghir)

 - Berjabat tangan dengan lawan jenis hukumnya boleh, jika dengan orang yg benar-benar alim

Dalam kitab Syarhu an-Nail Wasyifaul ‘alil juz 9 hal 436 dijelaskan bahwa Rasulullah bersabda "Barang siapa berjabat tangan dengan orang yang alim maka fadhilahnya adalah seperti berjabat tangan denganku (Rasulullah)”. Dari sinilah diperbolehkan berjabat tangan bagi orang perempuan, bocah atau budak wanita kepada para alim yang betul-betul menyatukan hatinya dengan Allah Swt.

فَصْلٌ " لاَ تَفْتَرِقُ كَفَّا مُتَصَافِحَيْنِ فِي اللَّهِ حَتَّى تَتَنَاثَرَ ذُنُوبُهُمَا كَالْوَرَقِ " رُوِيَ ذَلِكَ ، وَأَنَّهُ " مَنْ صَافَحَ عَالِمًا فَكَأَنَّمَا صَافَحَنِي " ، وَجَازَتْ مُصَافَحَةُ مُوَحِّدٍ وَإِنْ أُنْثَى أَوْ صَغِيرًا ، أَوْ رَقِيقًا إنْ لَمْ يَكُنْ كَبَاغٍ . ( شرح النيل وشفاء العليل

- Berjabat tangan dengan lawan jenis boleh, jika dengan memakai kaos tangan (hail)

Menurut Syekh Muhammad Amin al-Kurdi, hukum berjabat tangan antara orang laki-laki dan perempuan boleh tetapi dengan syarat harus menggunakan satir seperti kaos tangan atau yang lainnya.

وَتَحْرُمُ مُصَافَحَةُ الرَّجُلِ لِلْمَرْأَةِ اْلأَجْنَبِيَّةِ مِنْ غَيْرِ حَائِلٍ وَكَذَا اْلاَمْرَادُ الْجَمِيْلُ

Artinya : "Haram berjabat tangan antara laki-laki dan peremuan yang bukan mahram dengan tanpa menggunakan penghalang (hail), begitu juga dengan amrod." (Kitab Tanwirul Qulub hal 58)

File Dokumen Fiqh Menjawab
Categories: