Terjemah Safinatunnaja Part 6

Posted by Nasyit Manaf on Sunday, March 16, 2014 with No comments
(Ngaji Kitab Safinatunnaja ke-26, Rabu 09 Januari 2013)

(Fasal Dua Puluh Empat)
Rukun sholat ada tujuh belas, yaitu:
1. Niat.
2. Takbirotul ihrom (mengucapkan Allahu Akbar).
3. Berdiri bagi yang mampu.
4. Membaca fatihah.
5. Ruku’.
6. Thuma’ninah (diam sebentar) ketika ruku’.
7. I’tidal.
8. Thuma’ninah ketika i’tidal.
9. Sujud dua kali.
10. Thuma’ninah ketika sujud.
11. Duduk diantara dua sujud.
12. Thuma’ninah ketika duduk.
13. Tasyahud akhir.
14. Duduk diwaktu tasyahud.
15. Membaca sholawat kepada Nabi Muhammad saw.
16. Salam.
17. Tertib (berurutan sesuai urutannya).

(Ngaji Kitab Safinatunnaja ke-27, Ahad 13 Januari 2013)

(Fasal Dua Puluh Lima)
Niat itu ada tiga derajat, yaitu:
1. Jika sholat yang dikerjakan adalah sholat fardhu, diwajibkan niat qasdul fi’li (mengerjakan shalat tersebut), ta’yin (nama sholat yang dikerjakan) dan fardhiyah (kefardhuannya).
2. Jika sholat yang dikerjakan adalah sholat sunnah yang mempunyai waktu atau mempunyai sebab, diwajibkan niat mengerjakan sholat tersebut dan nama sholat yang dikerjakan.
3. Jika sholat yang dikerjakan adalah sholat sunnah Mutlaq (tanpa sebab), diwajibkanlah niat mengerjakan sholat tersebut saja.
Yang dimaksud dengan qasdul fi’li adalah seperti ucapan "saya niat sholat", dan yang dimaksud ta’yin adalah seperti lafadz "dzuhur atau asar", adapun yang dimaksud fardhiyah adalah niat fardhu.

(Ngaji Kitab Safinatunnaja ke-28, Rabu 16 Januari 2013)

(Fasal Dua Puluh Enam)
Syarat takbirotul ihrom ada enam belas, yaitu:
1. Mengucapkan takbirotul ihrom tersebut ketika berdiri (jika sholat fardhu).
2. Mengucapkannya dengan bahasa Arab.
3. Menggunakan lafal “Allah”.
4. Menggunakan lafal “Akbar”.
5. Berurutan antara dua lafal tersebut.
6. Tidak memanjangkan huruf “Hamzah” dari lafal “Allah”.
7. Tidak memanjangkan huruf “Ba” dari lafal “Akbar”.
8. Tidak mentaysdidkan (mendobelkan/mengulang) huruf “Ba” tersebut.
9. Tidak menambah huruf “Wawu” berbaris atau tidak antara dua kalimat tersebut.
10. Tidak menambah huruf “Wawu” sebelum lafal “Allah”.
11. Tidak berhenti antara dua kalimat sekalipun sebentar.
12. Dua kalimat tersebut terdengar oleh diri sendiri.
13. Masuk waktu sholat tersebut jika mempuyai waktu.
14. Mengucapkan takbirotul ihrom tersebut ketika menghadap qiblat.
15. Tidak salah dalam mengucapkan salah satu dari huruf kalimat tersebut.
16. Takbirotul ihrom ma’mum harus dilakukan sesudah takbiratul ihrom dari imam.

(Ngaji Kitab Safinatunnaja ke-29, Rabu 23 Januari 2013)

(Fasal Dua Puluh Tujuh)
Syarat-syarat membaca surat al-Fatihah (di dalam sholat) ada sepuluh, yaitu:
1. Tertib (yaitu membaca surat al-Fatihah sesuai urutan ayatnya).
2. Muwalah (yaitu membaca surat al-Fatihah dengan tanpa terputus).
3. Menjaga agar terbaca semua huruf dalam al Fatihah.
4. Menjaga agar terbaca semua tasydid dalam al Fatihah.
5. Tidak berhenti terlalu lama dan atau berhenti sebentar yang bertujuan memutuskan bacaan Fatihah.
6. Membaca semua ayat al-Fatihah. dan basmalah termasuk ayat dari al-Fatihah.
7. Tidak salah membacanya dengan kesalahan yang dapat merubah makna.
8. Memabaca surat al-Fatihah dalam keaadaan berdiri ketika sholat fardhu.
9. Bacaannya terdengar oleh dirinya (kecuali orang yang bisu dan tuli)
10. Tidak terselang oleh dzikir yang lain di tengah-tengah Fatihah.

(Ngaji Kitab Safinatunnaja ke-30, Ahad 27 Januari 2013)

(Fasal Dua Puluh Delapan)

Tasydid dalam al-fatihah ada empat belas, yaitu:
1. Bismillah, di atas huruf lam.
2. Arrahman, di atas huruf ra.
3. Arrahim, di atas huruf ra.
4. Alhamdu lillah, di atas huruf lam jalaalah.
5. Rabbil 'alamin, di atas huruf ba.
6. Arrahman, di atas huruf ra.
7. Arrahim, di atas huruf ra.
8. Maliki yaumiddin, di atas huruf dal.
9. Iyyaka na'budu, di atas huruf ya.
10. Wa iyyaka nasta'in, di atas huruf ya.
11. Ihdinash shirathal mustaqim, di atas huruf shad.
12. Shirathal ladzina, di atas huruf lam.
13 dan 14. An'amta 'alaihim ghairil maghdhubi 'alaihim waladhaallin, di atas huruf dhad dan lam.

 File Dokumen Fiqh Menjawab

Categories: