Haramnya Babi dan Anjing

Posted by Nasyit Manaf on Thursday, March 06, 2014 with No comments
Segala sesuatu yang ada dalil nash (Al Qur'an dan Hadis) secara jelas melarangnya maka kita tidak boleh melakukannya. Daging babi dan anjing adalah salah satu yang dilarang untuk dikonsumsi, maka wajib bagi kita menjauhinya.

Salah satu golongan Islam yaitu Majelis Tafsir Al Qur'an (MTA) membuat hukum tentang halalnya daging anjing, maka kita harus berhati-hati terhadap ajaranya. Berikut dalil-dalil keharaman babi dan anjing.

HARAMNYA BABI

Firman Allah swt:

إنما حرم عليكم الميتة والدم ولحم الخنزير وما أهل به لغير الله

"Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah." (QS. Al Baqarah : 173)

حرمت عليكم الميتة والدم ولحم الخنزير وما أهل لغير الله به

"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah." (QS. Al Maidah : 3)

إنما حرم عليكم الميتة والدم ولحم الخنزير وما أهل لغير الله به

"Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah." (QS. An Nahl : 115)

Pandangan Kedokteran Tentang Babi

1. Babi mengandung Belerang dengan Kadar Tinggi
Belerang pada babi sangat tinggi. Saat kita mengkonsumsi babi, belerang ikut masuk ke dalam tubuh dan terserap bercamput zat-zat lainnya. Belerang memiliki efek negatif untuk tubuh. Yaitu: menimbulkan penyakit infeksi persendian di mana belerang menumpuk di tulang rawan, otot dan saraf, mempercepat pengapuran, dan hernia.

2. Babi mengandung Hormon Pertumbuhan Dalam Jumlah Besar
Hormon pertumbuhan pada daging babi membuat pertambahan jaringan lemak pada tubuh manusia. Jaringan tubuh menjadi bengkak penuh lemak. Orang yang sering memakan daging babi akan menderita kegemukan. Proses penimbunan lemak mempengaruhi pertumbuhan tulang pada hidung, rahang, tulang muka, tangan dan kaki, secara tidak normal. Hal ini akan meningkat menjadi kanker pada tubuh.

3. Babi menyebabkan Penyakit Kulit
Babi mengandung dua zat berbahaya yaitu "histamin" dan "imtidazol". Kedua zat ini menyebabkan gatal-gatal pada tubuh, melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh mudah terserang penyakit menular: eksem, dermatitis, dan neurodermatitis. Penyakit lain yang mudah menyerang tubuh karena zat-zat ini adalah: bisul, radang usus buntu, penyakit kantung empedu, infeksi pembuluh darah nadi.

4. Babi adalah Penyebar Cacing Trichina
Cacing bebahaya yang menyebar dalam tubuh sangat mengerikan. Cacing ini tinggal di jaringan otot rahang, lidah, leher, tenggorokan, dan dada. Otot-otot tersebut tersumbat dan menjadi lumpuh. Lebih parah lagi karena penyumbatan pembuluh darah balik, meningitis dan infeksi otak. Penyakit yang disebabkan cacing Trichina tidak ada obatnya.

5. Babi mengandung Lemak Berlebih dan Zat Beracun
Lemak pada babi sangatlah banyak. Lemak tersebut masuk ke dalam peredaran darah dan mengakibatkan pengerasan pembuluh nadi, mempercepat tekanan darah dan penyakit jantung. Ada racun ajaib mengerikan bernama "Sutoxin" yang menyebabkan getah bening bengkak. Jika pada tahap pembengkakan serius maka sakit yang luar biasa akan diderita.

6. Flu Babi
Ini adalah fenomenal besar bagi umat manusia. Flu Babi adalah penyakit peringatan akan perintah Allah yang sebenar-benarnya bahwa mengapa babi itu haram menurut Allah. Tentunya pelajaran ini diterapkan pada perintah-perintahNya yang lain. Pasti ada alasan-alasan dari Allah dalam pengharaman-pengharaman tentang hal lainnya yang belum banyak disadari ternyata alasan itu menyelamatkan hidup umat manusia. Flu Babi telah diprediksi sebelumnya sejak zaman Rosul. Semoga kita termasuk umat yang berpikir.

7. Gen Babi dan Manusia Mirip
Dikhawatirkan dengan memakan babi, sifat genetika yg dimiliki babi akan menurun pada manusia. Kehidupan babi yg kotor. Penelitian membuktikan kehidupan babi. Dibuat tempat yg bersih dan terjaga untuk babi kemudian di kandang babi dimasukkan 2 jantan babi dan 1 betina. 2 babi jantan tersebut bergantian melakukan seks dengan betina. Ini berbeda dengan 2 ayam jantan yg akan bertarung untuk mendapatkan 1 betina. Namun, parahnya babi bergantian mendapatkan 1 betina. Sifat-sifat ini dikhawatirkan akan menurun pada manusia.


HARAMNYA ANJING

Memang untuk keharaman anjing tidak tersebut di Al Qur'an, akan tetapi Rasulullah dalam hadis telah bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنْ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ كُلِّ ذِي نَابٍ مِنْ اَلسِّبَاعِ, فَأَكَلَهُ حَرَامٌ

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Setiap binatang buas yang mempunyai gigi taring adalah haram dimakan." (HR. Muslim)


يرى جمهور الفقهاء حرمة أكل لحم كل ذي ناب يفترس به ، سواء أكانت أهلية كالكلب والسنور الأهلي ، أم وحشية كالأسد والذئب
استدلوا لذلك بحديث أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : كل ذي ناب من السباع فأكله حرام
وللمالكية في أكل لحم الكلب قولان : الحرمة ، والكراهة ، وصحح ابن عبد البر التحريم ، قال الحطاب ولم أر في المذهب من نقل إباحة أكل الكلاب

"Mayoritas Ulama (Hanafiyyah, Hanabilah, Syafi’iyyah dan pendapat terkuat pada Malikiyyah) menilai hewan yang memiliki taring untuk memburu mangsanya adalah haram baik hewan tersebut piaraan seperti anjing, kucing ataupun liar seprti harimau dan serigala. Pernyataan diatas berdasarkan hadits nabi "Setiap hewan buas yang bertaring maka memakannya adalah haram.” (HR. Muslim) Namun dikalangan Malikiyyah terdapat pendapat yang membolehkan daging anjing. Al-Khotthoob berkata "Aku tidak melihat dalam sebuah madzhab ada ulama yang membolehkan memakan daging anjing.” (Kitab Al-Mausuu’ah al-Fiqhiyyah juz 35 hlm 131)

Menurut Ilmu Kedokteran

Dalam tubuh anjing, mengandung banyak sekali kuman yg bisa mematikan manusia terutama pada liurnya. Seorang dokter pernah melakukan penelitian kenapa Anjing diharamkan oleh Allah, lalu dia melakukan percobaan dengan menempelkan sapu tangan ke tubuh seekor anjing, setelah dilihat menggunakan microscop, ternyata di sapu tangan itu mengandung banyak sekali kuman yang sangat berbahaya. Lalu dia mencoba menghilangkan kuman itu dengan mencucinya menggunakan sabun, tetapi kuman itu masih ada, tetapi setelah sapu tangan itu dicuci dengan tanah sesuai yang diajarkan Rasulullah, ternyata kuman itu menghilang, itulah sebabnya mengapa jika menyentuh anjing kita harus mencucinya dengan tanah.

File Dokumen Fiqh Menjawab
Categories: